Jumat, 15 Mei 2026

Potensi Belanja Produk UMKM Capai Rp 2.000 Triliun

Penulis : Arnoldus Kristianus
5 Jul 2023 | 21:21 WIB
BAGIKAN
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam acara Inabuyer B2B2G Expo 2023 di Gedung Smesco, Jakarta, Rabu (5/7/2023). (B-Universe Photo/Arnoldus Kristianus)
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam acara Inabuyer B2B2G Expo 2023 di Gedung Smesco, Jakarta, Rabu (5/7/2023). (B-Universe Photo/Arnoldus Kristianus)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah menilai bahwa potensi belanja terhadap produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mencapai Rp 2.000 triliun. Angka ini terbagi dalam belanja pemerintah sebesar Rp 500 triliun, belanja BUMN Rp 500 triliun, belanja produk UMKM untuk pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) Rp 400 triliun, serta swasta dan usaha besar Rp 400 triliun.

“Estimasi kita tahun ini ada potensi antara Rp 1.900 sampai Rp 2.000 triliun. Kalau semua pemangku kepentingan menjalankan amanat Presiden bahwa semua pihak harus membeli produk UMKM dalam negeri untuk memperkuat ekonomi dalam negeri. Kalau kita masih beli impor ini memperkuat ekonomi orang lain,” ucap Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam acara Inabuyer B2B2G Expo 2023 di Gedung Smesco, Jakarta, Rabu (5/7/2023).

Teten menegaskan, untuk mencapai hal tersebut, maka UMKM harus terhubung ke rantai pasok usaha besar, BUMN, maupun pemerintah. Bila UMKM sudah tergabung dalam rantai pasok, maka UMKM akan mendapatkan kepastian pembelian produk barang dan jasa yang dijual. Dengan adanya kepastian tersebut, UMKM bisa mendapatkan akses pembiayaan dari pihak perbankan. “UMKM kalau tidak didukung sistem pembiayaan pasti macet produksinya,” tutur Teten.

ADVERTISEMENT

Namun, ironi yang terjadi saat ini adalah persentase UMKM yang terhubung dengan rantai pasokan industri besar baru mencapai 7%. Angka ini lebih rendah dari Vietnam yang sudah mencapai 24,7%. Karena itu, perlu semakin banyak UMKM yang masuk ke dalam rantai pasok industri. Teten menuturkan bahwa sebagian besar UMKM masih bekerja secara individual mulai dari memulai usaha mandiri hingga melakukan pemasaran.

“Ke depan, kami ingin UMKM jadi bagian dari rantai pasok industri, sehingga UMKM bisa tumbuh berkembang juga bersamaan dengan tumbuh berkembangnya industri,” kata Teten. 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia