Jumat, 15 Mei 2026

DHE SDA, Pengusaha Soroti Periode Penyimpanan 3 Bulan

Penulis : Arnoldus Kristianus / Fajar Widhiyanto
17 Jul 2023 | 09:15 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi uang rupiah. (FOTO: ANTARA)
Ilustrasi uang rupiah. (FOTO: ANTARA)

JAKARTA, investor.id - Pemerintah bersiasat memagari dana devisa hasil ekspor Sumber daya alam (SDA) agar tetap ‘ngendon’di dalam negeri dalam kurun waktu tertentu dengan melansir PP No. 36/2023. DHE SDA ini diharapkan bisa melumasi perbankan yang pada akhirnya mendorong kucuran kredit bagi industri domestik.

Alkisah, Indonesia bercita-cita menjadi negara maju, dengan target bisa dicapai tahun 2045, seratus tahun setelah merdeka di tahun 1945. Cita-cita menjadi negara maju ini bukanlah tanpa dasar. Beberapa tahun lalu Organisasi Kerjasama dan Pembangunan Ekonomi Negara-Negara Maju (Organisation for Economic Co-operation and Development/OECD) pernah melansir sebuah proyeksi bahwa pada tahun 2045 ekonomi Indonesia akan mencapai nilai US$ 8,89 triliun dan menjadi ekonomi terbesar keempat di dunia.

Prediksi tersebut dilatarbelakangi, pada tahun 2030-2040, Indonesia akan mengalami bonus demografi. Jumlah penduduk Indonesia usia produktif akan mencapai 64% dari total penduduk sekitar 297 juta jiwa. Cita-cita Indonesia Maju dan Indonesia Emas di tahun 2045 pun dicanangkan.

ADVERTISEMENT

Peluang dan potensi Indonesia menjadi negara maju ini dibenarkan Fithra Faisal Hastiadi dari Next Policy. Ia menyebut proyeksi tahun 2045 sebagai masa dicapainya predikat negara maju ditopang puncak bonus demografi pada tahun 2035. “Hitungan teknokratik tahun 2035, karena di situ window of opportunity bonus demografi,” ujar Fithra dalam diskusi Gambir TradeTalk medio Juni lalu.

DHE SDA, Pengusaha Soroti Periode Penyimpanan 3 Bulan

Namun ada risiko middle income trap yang dihadapi Indonesia selepas tahun 2035. Middle income trap mengacu pada negara-negara yang mengalami pertumbuhan ekonomi sangat pesat hingga mencapai status negara berpendapatan menengah, namun gagal mengatasi perlambatan ekonomi untuk mengejar ekonomi yang setara dengan negara maju.

Nah dikatakan Fithra, ada syarat bagi Indonesia untuk bisa lepas dari middle income trap. Setidaknya ekonomi Indonesia harus tumbuh minimal 6% sampai tahun 2035. Agar bisa bertumbuh sebesar 6%, maka ekspor sebagai salah satu penopang pun harus ikut bertumbuh, minimal 9% year on year. Pertumbuhan ekspor juga sudah harus berasal dari manufaktur, tak lagi bergantung pada komoditas.

Sementara itu agar bisa mendorong pertumbuhan ekspor sebesar 9% per tahun, dibutuhkan kontribusi industri paling sedikit 22%-23% dari GDP. Bandingkan dengan kontribusi industri yang sebesar 19%-20% saat ini. Sekadar catatan, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, produk domestik bruto sektor industri atas dasar harga berlaku (ADHB) sebesar Rp941,6 triliun pada kuartal I/2023. Jumlah tersebut berkontribusi sebesar 18,57% terhadap PDB nasional yang sebesar Rp5,07 kuadriliun.

“Bisa nggak bisa, harus dinaikkan lagi. Cuma harus ada duitnya. Kalau kata Yusuf Mansur nih, dari mana duitnya,” seloroh Fithra.

DHE SDA, Pengusaha Soroti Periode Penyimpanan 3 Bulan

Solusi pendanaan salah satunya berasal dari surplus perdagangan dan surplus ekspor, yang dananya masuk ke negara, dan ditransformasikan ke sektor keuangan untuk melumasi pertumbuhan industri domestik. Sayangnya, sebagian besar pendanaan yang dijadikan mesin penggerak industri berasal dari bank-bank kakap asal luar negeri. Bisa dimaklumi karena tingkat bunga yang ditawarkan bank asing jauh lebih kompetitif, plus skala pendanaannya juga bisa lebih besar dibanding kemampuan yang bisa di-cover perbankan Tanah Air.

Sayangnya lagi, pendanaan ini diikuti konsekuensi dana atau devisa hasil ekspor yang mereka peroleh akhirnya diparkir di bank pemberi kredit, yang nota bene mayoritas bank di luar negeri.

Perlu mencari cara agar dana devisa hasil ekspor tersebut bisa bertahan lama di sistem keuangan negara. Sehingga bisa melumasi industri, yang pada akhirnya bisa mendorong industri berekspansi dan bertumbuh, sesuai standar pertumbuhan yang dibutuhkan untuk menjadi negara maju.

DHE SDA, Pengusaha Soroti Periode Penyimpanan 3 Bulan

Sempat dikemukakan oleh Menteri Koordinator Bidang Ekonomi Airlangga Hartarto, jika pemerintah mampu menahan DHE dari sektor sumber daya alam (SDA) saja di pasar keuangan domestik, ada potensi cadangan devisa yang bisa dihimpun sebesar US$ 40 miliar - US$ 50 miliar dalam setahun.

“Dari hasil ekspor diwajibkan tiga bulan ditahan di Indonesia dengan dana yang ditahan sekitar 30%. Dari angka hitungan kami, bisa me-reserve (devisa) US$ 40 sampai US$ 50 miliar dalam satu tahun. Ini sebuah hal yang luar biasa,” ucap Airlangga dalam acara B Universe Economic Outlook 2023 di Jakarta, medio Februari lalu. Kehadiran DHE SDA tersebut dipastikan mampu menjaga resiliensi pasar keuangan dalam negeri. 

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 29 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 39 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 9 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia