Ada Insentif Bagi Eksportir Penyetor DHE SDA
17 Jul 2023 | 09:30 WIB
Ari menuturkan bahwa salah satu alasan eksportir menyimpan dolar di Singapura karena kebutuhan pembiayaan bahan baku. Bila sektor finansial Indonesia memiliki kemampuan berimbang dengan Singapura maka tidak ada alasan bagi eksportir untuk tidak menaruh dolar di Indonesia.
“Penting untuk membuat sektor perbankan menjadi kredibel seperti bank-bank internasional. Misalnya dalam hal kemudahan membuat LC, diterimanya LC dari bank-bank dalam negeri di negara tujuan ekspor Indonesia, kemudian diterimanya LC Indonesia di negara-negara dimana Indonesia membeli bahan baku impor untuk produksi ekspor,” tutur Ari.
Dalam kesempatan berbeda, Vice President Corporate Strategic Planning & Business Development PT Perta Arun Gas (Pertamina Afiliasi), Surkani Manan mengatakan, sebagai pelaku usaha Infrastruktur sektor energi (hub international) yang menjadi bagian dari value chain komoditas Gas/LNG, pihaknya menyambut baik dan mendukung sepenuhnya kebijakan pemerintah dalam menerbitkan regulasi PP 36 /2023 terkait Devisa Hasil Ekspor (DHE).
Menurutnya kebijakan ini merupakan salah satu upaya strategis pemerintah dalam meningkatkan cadangan devisa dalam memperkuat fundamental ekonomi Indonesia. Sehingga pendapatan yang diperoleh korporasi dalam menjalankan bisnis orientasi international market, dapat memberikan multiplier effect yang optimal apabila tetap di simpan di Indonesia, dalam periode waktu tertentu dan juga akan menciptakan added value apabila uang tersebut juga digunakan untuk kegiatan investasi baru di Indonesia.
“Selama ini, Perta Arun Gas telah menyimpan sepunuhnya devisi yang dihasilkan dari kontrak hub dengan customer international di Indonesia dan kami digunakan kembali untuk kegiatan investasi baru, sesuai kebijakan shareholder,” urainya kepada Investor Daily.
Lebih lanjut dia mengingatkan kepada para pelaku usaha berbasis sumber daya alam bahwa, di bumi Indonesia kita membangun bisnis atas SDA yang ada, tentu menjadi kewajiban moral secara bersama sama untuk memberikan konstribusi yang optimum dalam menjaga ketahanan ekonomi negara ini, jika negara kuat tentu saja itu akan kembali lagi memberikan dampak positif bagi keberlangsungan usaha para investor di Indonesia.
“Secara pribadi saya cukup meyakini pelaku usaha sektor lainnya akan mendukung sepenuhnya kebijakan, apalagi jika dibarengi juga dengan insentif pajak atau kemudahan berusaha lainnya,” pungkasnya.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah
Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.Ujian Berat bagi Saham BUMI
Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaTag Terpopuler
Terpopuler



