Jumat, 15 Mei 2026

Gubernur BI Sebut Tiga Jenis Alat Pembayaran Berlaku Saat Ini

Penulis : Arnoldus Kristianus
18 Aug 2023 | 13:00 WIB
BAGIKAN
Caption Foto: Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (tengah) usai mengikuti Festival Rupiah Berdaulat Indonesia di Istora Senayan pada Jumat (18/8/2023). (Investor Daily/ Arnoldus Kristianus)
Caption Foto: Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (tengah) usai mengikuti Festival Rupiah Berdaulat Indonesia di Istora Senayan pada Jumat (18/8/2023). (Investor Daily/ Arnoldus Kristianus)

JAKARTA, investor.id - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, Rupiah merupakan simbol kedaulatan sebab menjadi satu-satunya alat pembayaran yang sah di Indonesia. Namun, terdapat tiga jenis alat pembayaran dalam implementasi penggunaan nilai tukar rupiah.

Pertama, alat pembayaran uang kertas dan logam untuk transaksi di masyarakat. Adapun Uang Rupiah Tahun Emisi (TE) 2022 yang terdiri dari tujuh pecahan yaitu pecahan Rp 100 ribu, Rp 50 ribu, Rp 20 ribu, Rp10 ribu, Rp 5 ribu, Rp 2 ribu, dan Rp1 ribu telah dinobatkan oleh International Association of Currency Affairs (IACA) sebagai best new banknote series pada Currency Award ke-17 tahun 2023.

“Hari ini kita hadiahkan uang kertas, karena ini adalah uang kertas Indonesia The best in the world juara dunia. Pada 2023, ini menjadi uang terbaik di seluruh dunia. Kita hadiahkan sekaligus juga kita bangga kepada proklamator kita Soekarno dan Hatta,” ucap Perry saat membuka Festival Rupiah Berdaulat Indonesia di Istora Senayan pada Jumat (18/8/2023).

ADVERTISEMENT

Kedua, lanjut Perry, uang yang berada di perbankan dalam bentuk rekening. Dalam hal ini pembayaran dilakukan berbasis rekening, sehingga bisa pakai mobile banking. Ketiga yaitu alat pembayaran digital dalam bentuk Quick Response Indonesian Standard (QRIS). “Ke depan, BI juga sedang mendesain alat pembayaran digital yang disebut digital rupiah,” terang Perry.  

Perry mengungkapkan pada 17 Agustus 2023 BI sudah meluncurkan standar nasional bagi fitur baru QRIS untuk transaksi tarik tunai, transfer, dan setor tunai atau QRIS TUNTAS. Standar Nasional QRIS TUNTAS dikembangkan oleh BI bersinergi dengan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) dan perwakilan penyelenggara jasa sistem pembayaran.

Implementasi QRIS TUNTAS akan didukung dengan skema harga yang efisien dibandingkan biaya yang dikenakan untuk layanan serupa oleh industri saat ini. “Kemarin kami menghadiahkan kepada NKRI hadiah uang digital QRIS Tuntas. Jadi, QRIS sekarang bisa digunakan untuk tarik tunai, transfer, dan setor tunai,” ungkap Perry.

Bila dirinci penggunaan QRIS tuntas terbagi dalam tiga jenis. Pertama yaitu biaya tarik tunai dengan QRIS TUNTAS ditetapkan sebesar Rp 6.500 per transaksi untuk transaksi on us (intra PJP) melalui agen, dan transaksi off us (antar PJP). Biaya ini lebih murah dibandingkan biaya tarik tunai off us saat ini di ATM yang sebesar Rp7.500 atau tarik tunai melalui agen yang dapat berkisar Rp 10 ribu- 20 ribu.

Kedua yaitu biaya transfer dengan QRIS TUNTAS ditetapkan sebesar Rp 2.500 per transaksi, namun untuk transaksi dengan nominal sampai dengan Rp 100 ribu dikenakan biaya hanya sebesar Rp2.000 per transaksi untuk mendukung inklusi.

Ketiga yaitu biaya setor tunai dengan QRIS TUNTAS ditetapkan sebesar Rp 5 ribu per transaksi untuk transaksi on us melalui agen dan transaksi off us, sedangkan transaksi on us (intra PJP) via ATM tidak dikenakan biaya.

“Biayanya juga murah, untuk tarik tunai cuman Rp 6.500, dari yang biasanya Rp 10 ribu-20 ribu. Untuk transfer itu Rp 2.500 sama dengan BI-Fast, bahkan kalau transaksinya sampai dengan Rp 100 ribu itu biayanya Rp 2 ribu murah, untuk setor (biayanya) Rp 5 ribu. Jauh lebih murah,” pungkas Perry.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia