Jumat, 15 Mei 2026

BPS: Deflasi 0,02% pada Agustus 2023

Penulis : Arnoldus Kristianus
1 Sep 2023 | 09:46 WIB
BAGIKAN
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini. (Foto: Humas BPS)
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini. (Foto: Humas BPS)

JAKARTA, investor.id – Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan, pada Agustus 2023 terjadi deflasi sebesar 0,02% secara bulan ke bulan (month to month/mtm). Jika dilihat secara tahunan (year on year/yoy), terjadi inflasi sebesar 3,27% atau secara tahun kalender (year to date/ytd) terjadi inflasi 1,43%.

"Pada Agustus 2023 terjadi deflasi 0,02% secara bulan ke bulan atau terjadi penurunan indeks harga konsumen dari 115,24 pada Juli 2023 menjadi 115,22 pada Agustus 2023. Jika dilihat secara series, deflasi Agustus 2023 sejalan dengan kondisi tahun lalu yaitu Agustus 2022 dengan tingkat deflasi lebih rendah yakin 0,21%," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini dalam konferensi pers pada Jumat (1/9/2023).

Bila dilihat menurut kelompok pengeluaran, maka deflasi terjadi karena kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan deflasi 0,25% dan kontribusi deflasi 0,07%. Dalam kelompok ini, komoditas yang menyumbang deflasi secara bulanan terbesar daging ayam ras dengan kontribusi deflasi 0,07%, bawang merah dengan kontribusi 0,05%, telur ayam ras 0,02%, ikan segar 0,01%, tarif angkutan udara 0,01%, dan kacang panjang 0,01%.

ADVERTISEMENT

“Sedangkan beberapa komoditas pada kelompok makanan,minuman dan tembakau yang memberikan andil inflasi secara bulanan, yaitu beras, cabai merah, rokok kretek filter, cabai rawit, dan rokok putih,” ungkap Pudji.

Adapun kelompok pakaian dan alas kaki mengalami deflasi 0,27% dengan kontribusi deflasi 0,01% pada Agustus 2023. Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mengalami deflasi 0,05% dengan kontribusi 0,01% pada Agustus 2023. Sedangkan kelompok pendidikan mengalami inflasi 0,86% dan memberikan andil inflasi 0,05% pada Agustus 2023.

Bila dilihat secara spasial, dari 90 kota yang dipantau BPS, tercatat 46 kota mengalami deflasi dengan 44 kota deflasi lebih dalam dari deflasi nasional. Sedangkan 44 kota mengalami inflasi. Adapun deflasi terdalam terjadi di Waingapu (1,2% ) dan inflasi terdalam di Manokwari sebesar 0,05%. 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia