Jumat, 15 Mei 2026

SRBI Dorong Modal Asing Masuk Rp 9,81 Triliun

Penulis : Arnoldus Kristianus
19 Okt 2023 | 18:26 WIB
BAGIKAN
Seorang pialang valuta asing (valas) membaca dokumen samnbil berjalan di ruang transaksi valas kantor pusat KEB Hana Bank di Seoul, Korea Selatan, pada Selasa (19/09/2023). Pasar saham Asia sebagian besar turun pada akhir perdagangan Selasa karena mengantisipasi keputusan kebijakan Komite Pasar Terbuka Federal atau FOMC pada Rabu (20/09/2023). (Foto: AP Photo/Ahn Young-joon)
Seorang pialang valuta asing (valas) membaca dokumen samnbil berjalan di ruang transaksi valas kantor pusat KEB Hana Bank di Seoul, Korea Selatan, pada Selasa (19/09/2023). Pasar saham Asia sebagian besar turun pada akhir perdagangan Selasa karena mengantisipasi keputusan kebijakan Komite Pasar Terbuka Federal atau FOMC pada Rabu (20/09/2023). (Foto: AP Photo/Ahn Young-joon)

JAKARTA, investor.id – Bank Indonesia (BI) menyatakan penerbitan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) mendukung masuknya aliran investasi portofolio asing, sebesar Rp 9,81 triliun. Adapun outstanding SRBI mencapai Rp 113,7 triliun hingga 17 Oktober 2023. Perkembangan tersebut juga diikuti dengan transaksi di pasar sekunder.

“Pasar menyambut baik penerbitan SRBI yang tercermin pada tingginya penawaran dibandingkan dengan target (oversubscribed),” ucap Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers Hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan Bulan Oktober 2023 pada Kamis (19/10/2023).

Menurut Perry, berbagai perkembangan ini secara umum menunjukkan SRBI dapat menggantikan peran Reverse Repo (RR) SBN sebagai instrumen moneter kontraksi dan sekaligus dapat menarik aliran modal masuk untuk memperkuat ketahanan eksternal ekonomi Indonesia dari dampak rambatan global.

ADVERTISEMENT

BI terus melakukan inovasi untuk meningkatkan efektivitas kebijakan moneter dalam memastikan inflasi terkendali dan nilai tukar Rupiah tetap stabil. Oleh karena itu kebijakan suku bunga acuan diperkuat dengan penerbitan instrumen moneter SRBI yang pro-market, dalam rangka memperkuat upaya pendalaman pasar uang dan mendukung upaya menarik portfolio inflows, dengan mengoptimalkan aset SBN yang dimiliki Bank Indonesia sebagai underlying.

Perry mengungkapkan bahwa jika dibandingkan akhir tahun 2022, indeks nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama (DXY) pada 18 Oktober 2023 tercatat tinggi di level 106,21 atau menguat 2,60% year to date (ytd).

Sangat kuatnya dolar AS ini memberikan tekanan depresiasi mata uang hampir seluruh mata uang dunia, seperti Yen Jepang, Dolar Australia, dan Euro yang melemah masing-masing 12,44%, 6,61% dan 1,40% (ytd), serta depresiasi mata uang kawasan, seperti Ringgit Malaysia, Baht Thailand, dan Peso Filipina masing-masing 7,23%, 4,64% dan 1,73% (ytd).

“Kuatnya dolar AS menyebabkan tekanan pelemahan berbagai mata uang negara lain, termasuk nilai tukar Rupiah,” tutur Perry.

Dalam periode yang sama, dengan langkah-langkah stabilisasi yang ditempuh BI, nilai tukar Rupiah terdepresiasi 1,03% (ytd), relatif lebih baik dibandingkan dengan depresiasi mata uang sejumlah negara di kawasan dan global tersebut.

Ke depan, sejalan dengan masih tingginya ketidakpastian pasar keuangan global, Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah agar sejalan nilai fundamentalnya untuk mendukung upaya pengendalian imported inflation.

SRBI Dorong Modal Asing Masuk Rp 9,81 Triliun
Sumber: Bank Indonesia (BI)

Di samping intervensi di pasar valuta asing, BI juga mempercepat upaya pendalaman pasar uang Rupiah dan pasar valuta asing, termasuk optimalisasi SRBI dan penerbitan instrumen-instrumen lain untuk meningkatkan mekanisme pasar baik dalam meningkatkan manajemen likuiditas institusi keuangan domestik dan menarik masuknya aliran portofolio asing dari luar negeri.

“Koordinasi dengan pemerintah, perbankan, dan dunia usaha terus ditingkatkan dan diperluas untuk implementasi instrumen penempatan valas Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam sejalan dengan PP Nomor 36 Tahun 2023,” terang Perry.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 9 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia