BI Prediksi Inflasi Tahun 2024 Tembus 3,2%
JAKARTA, investor.id – Bank Indonesia (BI) menyatakan gejolak perekonomian global masih akan berlanjut di tahun 2024. Namun BI memperkirakan laju inflasi diperkirakan akan mencapai 3,2% pada tahun 2024. Sedangkan kondisi inflasi tahun 2023 akan mencapai 2,84% sehingga terkendali di kisaran target 3,0±1%.
“Kami perkirakan tahun depan (inflasi) masih terkendali meskipun sedikit meningkat karena harga energi dan pangan global tetapi masih dalam kisaran 2,5±1% dengan asumsi 3,2%,” ucap Gubernur BI Perry Warjiyo dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Gedung DPR pada Senin (13/11/2023).
Perry menuturkan upaya pengendalian inflasi dilakukan secara sinergis baik melalui kebijakan moneter baik suku bunga maupun nilai tukar mendukung pengendalian inflasi. BI juga bersinergi dengan pemerintah menugaskan Tim Pengendali Inflasi baik Tim Pengendali Pusat (TPIP) maupun Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan barang. BI dan pemerintah juga telah menjalankan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) melalui 46 kantor perwakilan BI di seluruh Indonesia.
“Inflasi turun dan terkendali lebih cepat dari yang kita perkirakan sekarang di kuartal III-2023 inflasi adalah 2,28% di akhir kuartal III-2023, di kuartal IV-2023 2,56% dan secara keseluruhan 2,84% sehingga ini terkendali dalam sasaran 3±1%,” tutur Perry.
Dia mengatakan perekonomian Indonesia tetap tumbuh baik dan berdaya tahan terhadap gejolak global. Pada tahun 2023 pertumbuhan ekonomi nasional diperkirakan berada pada kisaran 4,5% sampai 5,3% dengan titik tengah 5,01%.
“Tentu saja di tahun depan masih cukup baik sekitar 5% khususnya dari permintaan domestik sejalan dengan kenaikan (gaji) aparatur sipil negara, penyelenggaraan Pemilu, juga pembangunan IKN,” terang Perry.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan sebesar 2,56% pada Oktober 2023. Angka ini lebih tinggi dari inflasi tahunan pada September 2023 yang sebesar 2,28%. Tekanan inflasi tahunan mulai menunjukkan peningkatan pada Oktober 2023.
Berdasarkan kelompok pengeluaran maka inflasi tahunan pada Oktober 2023 terbesar terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil 1,39%. Komoditas penyumbang inflasi pada kelompok ini adalah beras, rokok kretek filter, dan daging ayam ras.
Kedua yaitu kelompok perumahan, air,listrik, dan bahan bakar rumah tangga, dengan andil 0,23%. Komoditas penyumbang inflasi pada kelompok ini adalah biaya kontrak rumah. Ketiga yaitu kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan andil 0,23% komoditas penyumbang inflasi pada kelompok ini adalah emas perhiasan.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






