Hilirisasi Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Timur
JAKARTA, investor.id – Kebijakan program hilirisasi jadi salah satu penopang penting untuk wilayah Indonesia Timur. Maluku dan Sulawesi Tengah jadi dua provinsi yang mencatatkan pertumbuhan ekonomi, bahkan sampai dua digit.
Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan Provinsi Maluku Utara menjadi provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi selama tahun 2023 yaitu mencapai 20,49%. Pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua berasal dari Sulawesi Tengah sebesar 11,91%. Tiga kelompok provinsi yang mempunyai pertumbuhan tertinggi adalah Maluku dan Papua, Sulawesi, serta Kalimantan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan tingginya pertumbuhan ekonomi pada dua provinsi tersebut tidak terlepas dari kebijakan program penghiliran yang dilakukan oleh pemerintah. Khususnya kebijakan hilirisasi nikel yang dilakukan di Provinsi Maluku Utara dan Sulawesi Tengah. Terutama didorong oleh pertumbuhan yang impresif dari lapangan usaha industri pengolahan serta pertambangan dan penggalian.
“Tentunya pertumbuhan ekonomi di dua provinsi itu didorong pertumbuhan dari industri pengolahan pertambangan dan penggalian. Industri yang memang cukup besar bahwa di kedua provinsi tersebut adalah berasal dari industri olahan barang tambang terutama ferro nikel di dua wilayah itu,” ucap Amalia dalam konferensi pers di Kantor BPS pada Senin (5/2/2024).
Selama tahun 2023 perekonomian Indonesia secara spasial masih terus tumbuh. Kelompok provinsi menurut pulau yang mencatat pertumbuhan tertinggi adalah Maluku dan Papua, Sulawesi, serta Kalimantan dengan pertumbuhan (c-to-c) sebesar 6,94%; 6,37%; dan 5,43%. Sedangkan kelompok provinsi di Pulau Jawa yang berkontribusi sebesar 57,05% terhadap ekonomi nasional mencatat pertumbuhan 4,96% (c-to-c).
Dia mengatakan kebijakan hilirisasi turut meningkatkan kinerja investasi selama tahun 2023 terutama hilirisasi pertambangan dan pembangunan smelter. Kebijakan hilirisasi juga memberikan efek pengganda hingga ke perkembangan industri turunan. “Tidak hanya pembangunan smelter, tetapi juga industri turunannya untuk mengolah barang barang yang lebih hilir,” terang dia.
Secara keseluruhan ekonomi Indonesia tahun 2023 tumbuh sebesar 5,05%, lebih rendah dibanding capaian tahun 2022 yang mengalami pertumbuhan sebesar 5,31%. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan sebesar 13,96%. Sementara dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non Profit yang melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) sebesar 9,83%.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






