Jumat, 15 Mei 2026

Banggar DPR: Waspadai Dampak Perang Iran-Israel Terhadap Kenaikan Rupiah dan Harga Minyak

Penulis : Arnoldus Kristianus
17 Apr 2024 | 16:29 WIB
BAGIKAN
Juru bicara militer Israel Laksamana Muda Daniel Hagari memperlihatkan salah satu rudal balistik Iran yang dipakai dalam serangan udara akhir pekan lalu, di pangkalan militer Julis, Israel selatan, Selasa (16/04/2024). Israel dilaporkan hendak membalas serangan tak kurang dari 300 rudal dan drone, yang sebagian besar berhasil dimentahkan itu.
Juru bicara militer Israel Laksamana Muda Daniel Hagari memperlihatkan salah satu rudal balistik Iran yang dipakai dalam serangan udara akhir pekan lalu, di pangkalan militer Julis, Israel selatan, Selasa (16/04/2024). Israel dilaporkan hendak membalas serangan tak kurang dari 300 rudal dan drone, yang sebagian besar berhasil dimentahkan itu.

JAKARTA,investor.id - Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mendorong pemerintah untuk mempersiapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam menghadapi turbulensi eksternal imbas dari kenaikan harga minyak dan depresiasi dolar AS terhadap rupiah. Pasalnya, setiap rupiah yang melemah sebesar Rp 500 dan harga minyak naik US$ 10 per barel, maka anggaran subsidi atau kompensasi diproyeksi meningkat Rp 100 triliun.

Ketua Banggar DPR Said Abdullah mengatakan APBN 2024 mematok rupiah di level Rp. 15.000 per dolar AS dan minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) US$ 82 per barel. Harga minyak bumi bisa menyentuh US$ 120 per barel jika distribusi minyak bumi melalui Selat Hormuz terganggu, sebab jalur ini menjadi penopang 21% lalu lintas minyak bumi dunia.

“Memastikan kemampuan pemerintah untuk pembayaran Surat Berharga Negara (SBN) dan utang luar negeri yang berdenominasi dolar AS, mengingat tren adanya depresiasi rupiah dari dolar AS, dari batas rata rata yang ditetapkan di APBN 2024,” ucap Said dalam keterangan resmi yang diterima pada Rabu (17/4/2024).

ADVERTISEMENT

Menurut dia, pemerintah dan otoritas moneter harus memastikan ketersediaan dolar AS bagi para importir komoditas strategis, seperti bahan pangan, dan minyak bumi, sekurang kurangnya enam bulan kedepan, untuk memastikan efektivitas lindung nilai. Termasuk proaktif untuk mengembangkan skema pembayaran lebih variatif untuk menggantikan dolar AS dengan terus mengembangkan local currency settlement, terutama pada pembayaran komoditas strategis di sektor pangan dan energi.

Pada saat yang sama pemerintah juga harus mengamankan pasokan minyak bumi untuk kebutuhan di dalam negeri, sebab Indonesia bergantung dari impor minyak mentah dan hasil minyak rata rata 3,5 juta ton per bulan, merujuk data tahun 2023. Jika perang masih berlanjut, jalur suplai minyak bumi melalui Selat Hormuz akan terganggu.

“Apalagi Iran termasuk 10 negara terbesar dunia yang memproduksi minyak buminya hingga 3,45 juta barel per hari pada tahun 2023. Dampak kenaikan harga minyak dunia akan menjadi beban besar bagi APBN kita,” tutur Said.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kondisi konflik tersebut bisa mempengaruhi harga komoditas yang memberikan imbas terhadap subsidi bahan bakar minyak (BBM). Pemerintah terus melakukan monitoring terhadap kondisi tersebut untuk mempersiapkan langkah mitigasi dari dampak konflik di Timur Tengah ke perekonomian domestik.

“Kita dihadapkan dengan berbagai tantangan dalam negeri, terutama tentu terkait dengan subsidi. Kita juga harus kalibrasi lagi anggaran yang digunakan. Tentunya kita berharap bahwa di tahun ini kita bisa menjaga pertumbuhan ekonomi, menjaga tingkat inflasi, menjaga tingkat suku bunga,“ kata Airlangga.

Airlangga menerangkan saat ini harga ICP sudah mencapai US$ 83,78 per barel dan minyak di US$ 82 per barel. Pemerintah terus memantau harga komoditas agar kenaikan harga ini tidak memberikan guncangan ke perekonomian dalam negeri.Namun, dia meyakini sampai saat ini fundamental perekonomian Indonesia masih tetap terjaga.

“Dari segi fundamental ekonomi Indonesia, Indonesia secara perekonomian kuat, pertumbuhan dijaga di atas 5%, neraca perdagangan masih surplus kemudian juga cadangan devisa tercatat masih kuat” terang Airlangga.

Editor: Arnoldus Kristianus

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 18 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 20 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia