Jumat, 15 Mei 2026

Tok, BI-Rate Naik 6,25%

Penulis : Arnoldus Kristianus
24 Apr 2024 | 14:44 WIB
BAGIKAN
Foto: Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/Spt)
Foto: Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/Spt)

JAKARTA, investor.id – Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menaikan suku bunga acuan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 6,25%. Sedangkan suku bunga deposit facility naik sebesar 25 basis poin menjadi 5,5 % dan suku bunga lending facility naik sebesar 25 basis poin menjadi 7% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 23-24 April 2024.

“Kenaikan suku bunga ini untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dari kemungkinan memburuknya risiko global serta sebagai langkah pre-emptive dan forward looking untuk memastikan inflasi tetap dalam sasaran 2,5±1% pada 2024. Sejalan dengan stance kebijakan yang pro stabilty,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan Bulan April 2024, pada Rabu (24/4/2024).

Bank sentral terus menjalankan kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran tetap pro-growth untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Kebijakan makroprudensial longgar terus ditempuh guna mendorong kredit/pembiayaan perbankan kepada dunia usaha dan rumah tangga.

ADVERTISEMENT

“Kebijakan sistem pembayaran, diarahkan untuk memperkuat keandalan infrastruktur dan struktur industri sistem pembayaran serta memperluas akses digitalisasi sistem pembayaran,” kata dia.

Dia menegaskan bahwa untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan mendukung pertumbuhan ekonomi, koordinasi kebijakan BIdan kebijakan pemerintah terus ditingkatkan. BI memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan mitra strategis, termasuk program Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di berbagai daerah dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID), serta Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Transaksi Pemerintah Pusat dan Daerah (P2DD).

Tok, BI-Rate Naik 6,25%
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam konferensi pers 'Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan Bulan April 2024 dengan Cakupan Triwulanan' secara virtual, Rabu (24/4/2024). (Sumber: tangkapan layar Youtube BI)

“BI terus memperkuat sinergi kebijakan dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan juga diperkuat dalam rangka menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendorong kredit/pembiayaan kepada dunia usaha, khususnya pada sektor-sektor prioritas,” pungkas Perry.

Sebelumnya, Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan pelemahan rupiah saat ini terjadi karena data-data indikator ekonomi Amerika Serikat (AS) yang masih solid, imbasnya ruang pemotongan suku bunga kebijakan Bank Sentral AS atau The Fed bergeser dari Juni 2024 ke September 2024.

Pelemahan rupiah juga lebih disebabkan oleh faktor musiman di mana pembayaran deviden dan kupon ke non-resident serta pembayaran pokok utang luar negeri akan meningkat dan mencapai puncaknya setiap kuartal kedua tiap tahun.

“Untuk menahan pelemahan rupiah lebih lanjut, sebenarnya BI masih memiliki amunisi yang cukup banyak didukung oleh cadangan devisa yang masih terbilang relatif tinggi sehingga BI masih bisa akan masuk dan melakukan intervensi di pasar valuta asing,” ucap Josua Pardede pada Selasa (23/4/2024).

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia