BPS: Pertumbuhan Konsumsi Pemerintah Jadi yang Tertinggi Sejak Tahun 2006
JAKARTA, investor.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja konsumsi pemerintah tumbuh hingga 19,9% secara year on year (yoy) pada kuartal I-2024. Sektor ini memberikan kontribusi sebesar 6,25% ke pertumbuhan ekonomi kuartal I-2024. Pertumbuhan konsumsi pemerintah menjadi yang tertinggi sejak tahun 2006.
“Pada kuartal I-2024 konsumsi pemerintah tumbuh 19,9% yoy, tertinggi sejak 2006 dengan pertumbuhan konsumsi pemerintah pada kuartal II-2006 sebesar 28,77% yoy,” ucap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers di Kantor BPS pada Senin (6/5/2024).
Dia mengatakan, konsumsi pemerintah tumbuh tinggi, utamanya didorong oleh kenaikan realisasi belanja barang pada kegiatan pelaksanaan dan pengawasan Pemilu 2024, serta kenaikan realisasi belanja pegawai. “Konsumsi pemerintah kembali tumbuh positif sebesar 19,90% terutama didorong oleh kenaikan belanja barang dan jasa serta belanja pegawai,” kata Amalia.
Berdasarkan data Kementerian Keuangan, realisasi belanja negara mencapai Rp 611,9 triliun atau tumbuh tinggi 18 % (yoy), khususnya dipengaruhi upaya untuk menjaga momentum pertumbuhan dan menopang berbagai agenda pembangunan. Realisasi belanja negara meliputi realisasi belanja pemerintah pusat yang mencapai Rp 427,6 triliun atau tumbuh 23,1% (yoy) dan realisasi transfer ke daerah yang mencapai Rp 184,3 triliun atau tumbuh 7,6% (yoy).
Adapun realisasi belanja pemerintah pusat, meliputi realisasi belanja K/L yang mencapai Rp 222,2 triliun atau tumbuh 33,1% (yoy) dan realisasi belanja non-K/L yang mencapai Rp 205,4 triliun atau tumbuh 13,9% (yoy).
Baca Juga:
Surplus APBN Kian TipisSementara itu, konsumsi Lembaga Non Profit Rumah Tangga (LNPRT) mengalami pertumbuhan paling tinggi dibanding komponen lain yang didorong oleh kegiatan pemilihan umum dan momen Ramadan. Komponen ini tumbuh hingga 24,29% dan memberikan kontribusi 1,43% pada pertumbuhan ekonomi kuartal I-2024.
“Konsumsi LNPRT mengalami pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 24,29% yang didorong oleh peningkatan kegiatan dalam rangka pemilihan umum,” tutur Amalia.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






