Jumat, 15 Mei 2026

SRBI Sedot Duit Asing Rp 508,4 Triliun

Penulis : Arnoldus Kristianus
22 Mei 2024 | 15:30 WIB
BAGIKAN
Petugas menghitung uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing. (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa/am)
Petugas menghitung uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing. (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa/am)

JAKARTA, investor.id – Bank Indonesia (BI) mencatat, aliran modal asing masuk melalui instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebesar Rp 508,41 triliun per 21 Mei 2024.

Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan, di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang tinggi, penerbitan SRBI juga mendukung aliran masuk modal asing ke dalam negeri. Hal tersebut tercermin dari kepemilikan non residen yang meningkat dari Rp 71,55 triliun (18,18% dari total outstanding) pada 23 April 2024 menjadi Rp 142,9 triliun (28,11% dari total outstanding) pada 21 Mei 2024.

“Hasil asesmen menunjukkan penerbitan SRBI meningkatkan transmisi kebijakan moneter ke pasar uang, pasar SBN, dan pasar valas, serta turut berpengaruh positif terhadap pemanfaatan aset portofolio bank dalam optimalisasi pembiayaan kredit,” tutur Perry dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan Bulan Mei 2024 di Gedung Thamrin BI pada Rabu (22/5/2024).

ADVERTISEMENT

BI terus mengoptimalkan berbagai instrumen moneter pro market yang telah diterbitkan. Sejak 2023, selain menerbitkan SRBI, BI juga menghadirkan Sekuritas Valas Bank Indonesia (SVBI), dan Sukuk Valas Bank Indonesia (SUVBI). Instrumen SVBI dan SUVBI telah menarik modal asing sebesar US$ 2,13 miliar dan US$ 257 juta.

“SRBI, SVBI, dan SUVBI akan memperkuat upaya pendalaman pasar uang dan mendukung aliran masuk modal asing ke dalam negeri sehingga mendukung stabilitas nilai tukar rupiah,” jelas Perry.

Dia menegaskan, BI terus mengoptimalkan berbagai inovasi instrumen pro market dari sisi volume maupun daya tarik imbal hasil, didukung kondisi fundamental ekonomi domestik yang kuat, untuk mendorong kembali aliran masuk portofolio asing ke pasar keuangan domestik.

“Optimalisasi instrumen moneter pro market juga terus dilakukan untuk memperkuat efektivitas transmisi kebijakan dalam memastikan inflasi tetap terkendali dan nilai tukar rupiah tetap stabil,” pungkas Perry.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 23 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 34 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 38 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia