Jumat, 15 Mei 2026

Transaksi Uang Elektronik Tembus Rp 90 Triliun

Penulis : Arnoldus Kristianus
22 Mei 2024 | 16:05 WIB
BAGIKAN
Konsumen melakukan pembayaran non tunai menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/Spt)
Konsumen melakukan pembayaran non tunai menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/Spt)

JAKARTA, investor.id – Bank Indonesia (BI) mengungkapkan bahwa nominal transaksi uang elektronik (UE) mencapai Rp 90,44 triliun pada April 2024. Angka tersebut meningkat 33,99% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sedangkan nominal transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) melesat 194,06% (yoy), dengan jumlah pengguna mencapai 48,90 juta dan jumlah merchant 31,86 juta.

“Kinerja transaksi sistem pembayaran tetap tumbuh kuat,” tegas Gubernur BI, Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan Bulan Mei 2024 di Gedung Thamrin BI pada Rabu (22/5/2024).

ADVERTISEMENT

Pada April 2024, transaksi BI-Real Time Gross Settlement (RTGS) meningkat 18,65% (yoy) mencapai Rp 13.112,22 triliun. Transaksi BI-FAST tumbuh 56,7% (yoy) menjadi Rp 612,9 triliun.

Sementara itu, nominal transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM/D turun sebesar 12,49% (yoy) menjadi Rp 619,19 triliun. Nominal kartu kredit masih meningkat 11,67% (yoy) mencapai Rp 34,39 triliun. Dari sisi pengelolaan uang rupiah, jumlah Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) meningkat 2,64% (yoy) menjadi Rp 1.058,23 triliun.

Perry menegaskan, stabilitas infrastruktur dan struktur industri sistem pembayaran tetap terjaga. Dari sisi infrastruktur, kelancaran dan keandalan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (SPBI) terjaga dengan baik, aman, dan andal yang didukung oleh kondisi likuiditas dan operasional yang memadai.

Dari sisi struktur industri, interkoneksi sistem pembayaran dan ekosistem ekonomi keuangan digital terus meluas, didorong oleh integrasi pelaku industri yang memanfaatkan Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP) dalam meningkatkan kualitas layanan digital kepada masyarakat.

“Selain itu, BI terus memastikan ketersediaan uang rupiah dalam jumlah yang cukup dengan kualitas yang layak edar di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, termasuk daerah 3T (Terdepan, Terluar, Terpencil),“ pungkas Perry.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 24 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 35 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 39 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia