Jumat, 15 Mei 2026

BI Prediksi The Fed Pangkas Bunga Acuan 1 Kali Tahun Ini

Penulis : Arnoldus Kristianus
22 Mei 2024 | 17:00 WIB
BAGIKAN
Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo. (B Universe Photo/David Gita Roza)
Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo. (B Universe Photo/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id – Bank Indonesia (BI) memperkirakan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) hanya akan satu kali menurunkan suku bunga acuannya (Fed Funds Rate/FFR) pada tahun 2024 ini. Namun, BI terus mencermati kebijakan The Fed dan dinamika yang terjadi di perekonomian global.

“Kami membuat skenario baselinenya FFR turun hanya 1 kali tahun ini sebesar 25 basis poin,” ucap Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan Bulan Mei 2024 di Gedung Thamrin BI pada Rabu (22/5/2024).

Perry mengungkapkan bahwa pihaknya terus melakukan kajian terhadap risiko terkait arah penurunan FFR dan dinamika ketegangan geopolitik global karena dapat mendorong berlanjutnya ketidakpastian pasar keuangan global, meningkatnya tekanan inflasi, dan menurunnya prospek pertumbuhan ekonomi dunia.

ADVERTISEMENT

Kondisi tersebut harus direspon dengan kebijakan yang kuat untuk memitigasi dampak negatif dari rambatan ketidakpastian global tersebut terhadap perekonomian negara-negara berkembang,termasuk Indonesia.

“Tetap tingginya inflasi dan kuatnya pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat mendorong spekulasi penurunan FFR yang lebih kecil dan lebih lama dari perkiraan sejalan pula dengan pernyataan para pejabat Federal Reserve System,” ungkap Perry.

Besarnya kebutuhan utang Amerika mengakibatkan terus meningkatnya yield US Treasury dan penguatan dolar Amerika Serikat semakin tinggi secara global. Semakin kuatnya dolar AS juga didorong oleh melemahnya sejumlah mata uang dunia seperti Yen Jepang dan Yuan Tiongkok. Sementara itu, ketidakpastian pasar keuangan global semakin buruk akibat eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

“Akibatnya, investor global memindahkan portfolionya ke aset yang lebih aman khususnya mata uang dolar AS dan emas, sehingga menyebabkan pelarian modal keluar dan pelemahan nilai tukar di negara berkembang semakin besar,” ujar Perry.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 17 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 21 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia