Jumat, 15 Mei 2026

Rupiah Dipatok Rp 16.000 di APBN 2025, Nasdem Colek Sri Mulyani dan Bos BI

Penulis : Alfida Rizky Febrianna
28 Mei 2024 | 17:11 WIB
BAGIKAN
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan keterangan saat konferensi pers APBN KiTa edisi April 2024 di Jakarta. (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/foc)
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan keterangan saat konferensi pers APBN KiTa edisi April 2024 di Jakarta. (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/foc)

JAKARTA, investor.id – DPR RI Fraksi Partai Nasdem menilai pemerintah dan Bank Indonesia (BI) perlu merevisi target asumsi nilai tukar rupiah sebesar Rp 15.300 hingga Rp 16.000 per dolar Amerika Serikat (AS) dalam Kebijakan Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) 2025.

Hal tersebut diungkapkan Anggota Komisi XI dari fraksi Nasdem, Charles Meikyansah dalam agenda penyampaian pandangan terkait Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) RAPBN Tahun 2025 pada Rapat Paripurna DPR RI ke-18 2024.

“Fraksi partai Nasdem berpendapat bahwa batas atas nilai tukar Rp 16.000 terlalu tinggi sehingga perlu dipertimbangkan kembali,” ujarnya, di ruang Rapat Paripurna DPR RI, di Jakarta, Selasa (28/5/2024).

ADVERTISEMENT

Charles menilai, pemerintah mampu memperkuat nilai tukar rupiah di bawah rentang Rp 15.300 - Rp 16.000 per dolar AS. Menurut dia, pemerintah, dalam hal ini Menteri Keuangan Sri Mulyani, seharusnya optimis dalam memperkuat respons kebijakan dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

“Fraksi Nasdem meminta pemerintah dan Bank Indonesia (BI) mengoptimalkan berbagai instrumen kebijakan moneter untuk memperkuat pendalaman pasar uang agar mampu mengatasi tekanan eksternal,” tegasnya.

Selain itu, Charles menyampaikan, fraksi Nasdem juga meminta pemerintah untuk mempertimbangkan kembali imbal hasil surat berharga negara atau yield SBN tenor 10 tahun di kisaran 6,9% hingga 7,3% pada tahun depan.

Meski memberi sejumlah catatan, Fraksi Nasdem tetap menyetujui agar KEM PPKF RAPBN 2025 susunan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu ditindaklanjuti dalam pembahasan selanjutnya.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 45 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia