Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV-2024 Capai 5,3%
JAKARTA,investor.id - Pemerintah akan memompa pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2024 untuk mencapai 5,3% agar pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2024 dapat mencapai 5,1%. Komponen belanja pemerintah turut memegang peranan vital sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2024.
“Kalau mau (pertumbuhan ekonomi 2024) tumbuh di atas 5%, maka pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2024 harus sekitar 5,3%,” ucap Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso kepada awak media di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Selasa (12/11/2024).
Baca Juga:
BPS: Pertumbuhan Ekonomi RI Turun TipisJika melihat secara musiman pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2024 akan tumbuh lebih tinggi lantaran ada momentum libur natal dan tahun baru. Komponen belanja pemerintah akan meningkat pesat pada kuartal IV-2024.
“Karena banyak term pembayaran yang barang-barang modal dan sebagainya kan diselesaikannya di akhir tahun,” terang Susiwijono.
Guna menggenjot konsumsi rumah tangga pemerintah akan memberikan insentif dalam bentuk relasasi pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) terhadap sektor properti dan otomotif. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi kuartal III-2024 mencapai 4,94% secara year on year (YOY). Angka ini menurun dari posisi kuartal II-2024 yang sebesar 5,05%.
“Kami berharap beberapa insentif kelas menengah kemarin, mulai properti dan otomotif, juga tetap berjalan pada kuartal IV. Terus terang, pada kuartal III siklusnya selalu paling rendah. Sehingga kita berharap dapat rebound pada kuartal IV-2024. Terutama untuk konsumsi rumah tangga juga harus tinggi karena ada libur natal tahun baru,” tutur Susiwijiono.
Dia optimis investasi akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2024. Pemerintah melihat tingginya minat investor untuk menanamkan modal di Indonesia. Oleh karena iklim investasi harus terus dijaga agar mempermudah investor berinvestasi di Indonesia.
“Sebenarnya kondisi saat ini investor itu masih akan banyak yang datang terus. Tinggal bagaimana kita tetap menjaga supaya iklim investasi tetap kondusif. Tetapi kita yakin investasi investasi juga akan lebih tinggi di kuartal IV-2024 dibandingkan kuartal III-2024,” terang Susiwijono.
Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta Achmad Nur Hidayat mengatakan ada beberapa area kunci yang memerlukan perhatian mendalam termasuk investasi, belanja pemerintah, ekspor, dan produktivitas domestik. Menurut dia investasi yang mengundang pekerjaan massal adalah salah satu elemen penting untuk memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia.
“Dalam hal ini, pemerintah perlu fokus pada penyederhanaan regulasi dan perizinan yang selama ini menjadi hambatan bagi banyak investor. Langkah-langkah perubahan birokrasi untuk membuat iklim usaha yang lebih efisien dan menarik sangat dibutuhkan,” tutur Achmad.
Selain investasi, belanja pemerintah juga memainkan peran krusial dalam mencapai target pertumbuhan. Pemerintah perlu mengalokasikan anggaran pada sektor-sektor yang benar-benar produktif, dengan fokus pada proyek-proyek yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi langsung dan berkelanjutan.
“Efektivitas anggaran ini mencakup prioritas pada anggaran kesehatan, pendidikan, dan teknologi yang mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” terang Achmad.
Editor: Arnoldus Kristianus
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






