Jumat, 15 Mei 2026

Diam-Diam Modal Asing Kabur Rp 5 Triliun Lewat SRBI

Penulis : Arnoldus Kristianus
8 Des 2024 | 19:00 WIB
BAGIKAN
Petugas menyusun uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing VIP (Valuta Inti Prima) Money Changer, Jakarta, Jumat (1/3/2024). (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa)
Petugas menyusun uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing VIP (Valuta Inti Prima) Money Changer, Jakarta, Jumat (1/3/2024). (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa)

JAKARTA,investor.id -  Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa modal asing senilai Rp 5,13 triliun keluar dari pasar keuangan (capital outflow) dalam periode 2-5 Desember 2024. Modal asing keluar paling besar melalui instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan capital outflow terjadi melalui SRBI sebesar Rp 5 triliun dan melalui  surat berharga negara (SBN) sebesar Rp 1,37 triliun. Pada saat yang sama modal asing masuk melalui pasar saham sebesar Rp 1,24 triliun.

“Berdasarkan data transaksi 2 - 5 Desember 2024, nonresiden tercatat jual neto sebesar Rp 5,13 triliun, terdiri dari beli neto sebesar Rp 1,24 triliun di pasar saham, jual neto sebesar Rp 1,37 triliun di pasar SBN, dan jual neto sebesar Rp 5  triliun di SRBI,” ucap Ramdan dalam keterangan resmi yang diterima pada Minggu (8/12/2024).

ADVERTISEMENT

Secara kumulatif dari 1 Januari sampai dengan 5 Desember 2024 transaksi yang terjadi adalah  beli neto sebesar Rp 22,13 triliun di pasar saham, Rp 32,33 triliun di pasar SBN dan Rp 175,89 triliun di SRBI.  Pada semester-II 2024, nonresiden tercatat beli neto sebesar Rp 21,79 triliun di pasar saham, Rp 66,29 triliun di pasar SBN dan Rp 45,54 triliun di SRBI.

Level imbal hasil (yield) surat utang Amerika Serikat atau US Treasury Note tenor 10 tahun  naik ke level 4,176% pada Kamis (5/12/2024). Nilai premi risiko investasi (credit default swap) Indonesia 5 tahun  turun menjadi 70,91 basis poin pada Kamis (5/12/2024) dibandingkan posisi pada Jumat (29/11/2024) yang sebesar 74,01 basis poin.  Sementara itu, data kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI menunjukkan posisi nilai tukar rupiah adalah Rp 15.848 per dolar AS pada Jumat (6/12/2024).

“BI terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia,” tutur dia.

Editor: Arnoldus Kristianus

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 14 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 25 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 29 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia