Jumat, 15 Mei 2026

Apindo: Kualitas SDM Jadi Kunci untuk Tingkatkan Daya Saing Indonesia

Penulis : Arnoldus Kristianus
13 Jan 2025 | 20:48 WIB
BAGIKAN
Warga berjalan sepulang bekerja di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
Warga berjalan sepulang bekerja di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

JAKARTA, investor.id – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai kualitas sumber daya manusia (SDM menjadi kunci utama agar Indonesia bisa meningkatkan daya saing. Selama ini langkah pemerintah meningkatkan daya saing masih terhambat kualitas SDM yang kurang memadai.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani mengatakan, peningkatan daya saing Indonesia berkaitan dengan SDM. Saat ini sebagian besar tenaga kerja Indonesia memiliki latar belakang pendidikan SD. Hal ini turut mempengaruhi investasi yang akan masuk ke Indonesia.

“Pendidikan adalah kunci, karena kalau kita lihat, lulusan daripada (tenaga kerja) Indonesia 39% masih SD. Saya rasa ini sangat mengkhawatirkan. Jadi pendidikan harus menjadi satu kunci, kemudian kita lihat masuk ke dalam jenis-jenis pekerjaan baru, berarti kan pelatihannya, ada upskilling-nya, ada reskilling-nya,” ungkap Shinta dalam acara Business Competitiveness Outlook 2025 di Hotel Raffles, Jakarta pada Senin (13/1/2025).

ADVERTISEMENT

Saat ini perkembangan teknologi menghadirkan adanya kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Tenaga kerja harus bisa beradaptasi dengan AI dan meningkatkan literasi digital.

“Kita juga harus melihat dari segi digital tadi, jadi literasi digital menjadi sangat penting, apalagi di era AI, transformasi digital yang ada, ini juga harus menjadi perhatian kita,” terang Shinta.

Menurut dia, pemerintah juga harus konsisten menjalankan reformasi birokrasi. Dalam hal ini, diperlukan kepastian hukum sehingga regulasi tidak menjadi hambatan bagi dunia usaha.

“Jadi reformasi birokrasi ini bukan suatu hal yang baru dilakukan pemerintah Indonesia, tetapi ini masih menjadi salah satu dasar untuk daya saing dan competitiveness,” kata Shinta.

Faktor selanjutnya yang harus diperhatikan adalah infrastruktur dalam artian setiap daerah harus memiliki infrastruktur yang dapat mendukung kelangsungan investasi. “Jadi ini juga mungkin menjadi salah satu kunci untuk bagaimana Indonesia bisa menjadi lebih baik,” pungkas Shinta.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia