Jumat, 15 Mei 2026

BI Siapkan Instrumen untuk Dukung Pemerintah Perpanjang Masa Penyimpanan DHE SDA

Penulis : Arnoldus Kristianus
22 Jan 2025 | 12:58 WIB
BAGIKAN
Petugas kasir menghitung mata uang dolar amerika serikat di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, belum lama ini. (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)
Petugas kasir menghitung mata uang dolar amerika serikat di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, belum lama ini. (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)

JAKARTA,investor.id - Bank Indonesia (BI) mendukung langkah pemerintah untuk memperpanjang masa penyimpanan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam(SDA) menjadi 12 bulan. BI memberikan dukungan dengan mengoptimalkan dua instrumen  yaitu  Sekuritas Valas Bank Indonesia (SVBI), dan Sukuk Valas Bank Indonesia (SUVBI).

“BI mendukung program pemerintah dalam mengoptimalisasi DHE SDA. Kami sedang mempersiapkan dua instrumen yang baru, yaitu adalah Sekuritas Valas Bank Indonesia dan Sukuk Valas Bank Indonesia,” ucap Gubernur BI Perry Warjiyo dalam acara Peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia  2024 pada Rabu (22/1/2025).

Perry mengatakan eksportir yang memasukkan DHE dalam rekening khusus bisa kemudian menempatkan tidak hanya dalam deposito tetapi juga dalam SVBI dan SUVBI. Dia menuturkan selama ini  BI sudah mendukung DHE SDA ini melalui berbagai instrumen untuk deposito valas yang dari perbankan.

ADVERTISEMENT

“Dana ini bisa dipindahkan kemudian diredeposit di BI dengan bunga yang menarik maupun penyediaan lindung nilai untuk melalui foregin exchange swap,” terang Perry.

Sebelumnya  Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan dengan adanya penambahan masa penyimpanan DHE SDA maka akan meningkatkan devisa sebesar US$ 90 miliar.

“Ada(potensi kenaikan cadangan devisa) bisa sampai di atas  US$ 90 miliar,” kata Airlangga.

Regulasi teknis akan diterbitkan dalam bentuk Peraturan Pemerintah dan berlaku pada 1 Maret 2025. Salah satu fasilitas utama yang disiapkan pemerintah adalah pemberian tarif Pajak Penghasilan (PPH) 0% atas pendapatan bunga dari instrumen penempatan DHE. Kebijakan ini memberikan insentif signifikan bagi eksportir, lantaran biasanya pajak yang dikenakan atas pendapatan bunga adalah sebesar 20%.

“Pemerintah dan BI mempersiapkan fasilitas yang berupa tarif PPH 0% atas pendapatan bunga pada instrumen penempatan devisa hasil ekspor. Kalau reguler biasanya kena pajak 20% tetapi untuk DHE 0%,” ucap Airlangga.

Baca Juga :

Bagi eksportir yang menyimpan DHE SDA maka dapat dikonversi menjadi rupiah. Konversi  ke nilai tukar rupiah dilakukan dalam rangka menambahkan suplai dolar tanpa intervensi berlebihan dari BI dan juga dari suku bunga maupun valuta asing.

“Hingga mengurangi volatilitas rupiah dan membantu kebutuhan operasional perusahaan,” terang Airlangga.

Editor: Arnoldus Kristianus

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 28 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia