Kamis, 14 Mei 2026

Program MBG dan Tiga Juta Rumah Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi 2025

Penulis : Arnoldus Kristianus
4 Feb 2025 | 17:11 WIB
BAGIKAN
PTPN Group akan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki untuk memastikan distribusi makanan bergizi dapat berjalan tepat sasaran. (Foto Ist)
PTPN Group akan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki untuk memastikan distribusi makanan bergizi dapat berjalan tepat sasaran. (Foto Ist)

JAKARTA,investor.id - Kebijakan efisiensi anggaran membuat pemerintah tidak lagi mengandalkan momentum seperti pemilihan umum (pemilu) dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Lantaran program-program pemerintah prioritas dari hasil efisiensi anggaran akan  menjadi sumber pertumbuhan ekonomi nasional.

Engine (mesin) pertumbuhan ekonomi tidak lagi tergantung kepada (momentum)  pemilu, maka kemungkinannya adalah keberhasilan dari eksekusi program-program utama Presiden Prabowo,” ucap Penasihat Khusus Presiden Bidang Ekonomi Bambang Brodjonegoro dalam acara Economic Outlook 2025 pada Selasa (4/2/2025).

Efisiensi anggaran dilakukan berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 Tentang Efisiensi Belanja dan Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2025. Jumlah anggaran yang diefisienkan adalah Rp 306,69 triliun yang terbagi dalam  efisiensi anggaran belanja Kementerian/Lembaga (K/L) sebesar Rp 256,1 triliun dan efisiensi transfer ke daerah sebesar Rp 50,5 triliun.

ADVERTISEMENT

Bambang mengatakan dua program prioritas yang akan memberikan efek pengganda dalam jumlah besar ke pertumbuhan ekonomi nasional adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan program tiga juta rumah dalam satu tahun. Bila program ini dieksekusi pada tahun 2025 ini maka  akan mulai muncul dampak pengganda yang tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi tetapi juga menjadi upaya melakukan pemerataan sumber pertumbuhan ekonomi.

Pemerintah sudah menganggarkan sebesar Rp 71 triliun dan direncanakan akan bertambah menjadi Rp 171 triliun dalam pelaksanaan program MBG. Dalam jangka pajang program ini akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Sedangkan dalam jangka pendek program ini diharapkan akan menggerakan pertumbuhan ekonomi daerah. Pasalnya pemerintah akan melibatkan pengusaha lokal sebagai vendor dalam pelaksanaan MBG.

“Jadi penting sekali  untuk memastikan  program MBG agar  bisa menggerakkan ekonomi di tingkat lokal,” terang mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional ini.

Program penyediaan tiga juta rumah juga memberikan efek pengganda tinggi. Lantaran sektor properti memiliki sektor backward linkage yang besar. Saat pemerintah meningkatkan geliat sektor properti maka sektor-sektor di belakangnya juga akan tergerak. Hasilnya akan terjadi efek domino terhadap sektor-sektor terkait yang akan ikut berkembang saat pemerintah menjalnakan program penyediaai tiga juta rumah.

“Jadi kalau pemerintah bisa mengeksekusi berapapun program rumah murah ini atau rumah untuk rakyat ini, ini akan sangat membantu. Paling tidak bisa memberikan kontribusi bagi pertumbuhan di tahun 2025,” kata Bambang.

Editor: Arnoldus Kristianus

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia