Jumat, 15 Mei 2026

Depan Investor, Sri Mulyani Janji Benahi Coretax

Penulis : Arnoldus Kristianus
11 Feb 2025 | 17:43 WIB
BAGIKAN
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kiri) dan Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi (kanan) dalam Mandiri Investment Forum 2025 di Hotel Fairmont, Jakarta pada Selasa (2/11/2025). (Foto: Bank Mandiri)
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kiri) dan Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi (kanan) dalam Mandiri Investment Forum 2025 di Hotel Fairmont, Jakarta pada Selasa (2/11/2025). (Foto: Bank Mandiri)

JAKARTA, investor.id – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berjanji terus melakukan perbaikan Sistem Inti Administrasi Perpajakan (Core Tax Administration System) atau Coretax. Janji itu diungkapkan lantaran banyak wajib pajak kesulitan menjalankan sistem pajak paling mutakhir tersebut.

“Kami akan terus berbenah agar Indonesia memiliki sistem pemungutan pajak yang terdigitalisasi namun juga lebih handal dalam pencatatannya dan juga memberikan kemudahan bagi wajib pajak untuk mematuhi peraturan perundang-undangan,” ucap Sri Mulyani dalam Mandiri Investment Forum 2025 di Hotel Fairmont, Jakarta pada Selasa (2/11/2025).

Dia juga tidak menampik bahwa upaya reformasi sistem perpajakan tidak berjalan mulus. Sejak berjalan mulai 1 Januari 2025 masih banyak wajib pajak yang tidak bisa menggunakan coretax saat akan melaksanakan kewajiban perpajakan.

ADVERTISEMENT

“Saya tahu beberapa dari anda masih mengeluh tentang Coretax. Kami akan terus meningkatkannya. Membangun sistem serumit Cortex dengan lebih dari 8 miliar transaksi tidaklah mudah, tetapi ini bukanlah alasan,” kata Sri Mulyani.

Pemerintah konsisten melakukan reformasi perpajakan, mengingat saat ini rasio pajak Indonesia masih termasuk yang paling rendah. Reformasi perpajakan akan dilakukan secara sinergis antara Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) sehingga pemerintah bisa memiliki basis data perpajakan yang memadai.

“Hal ini juga akan menciptakan layanan yang jauh lebih baik sehingga tidak ada data yang berulang serta biaya yang sesuai. Mudah-mudahan, manfaatnya bisa jauh lebih baik bagi wajib pajak,” kata Sri Mulyani.

Di sisi lain, Sekjen Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Anggawira mengatakan kalangan pengusaha menginginkan sistem perpajakan yang sederhana, efisien, dan minim hambatan administratif.

Dalam konteks penerapan Coretax, pengusaha khawatir tentang masa transisi yang dapat menghambat operasional bisnis, terutama jika sistem baru masih memiliki banyak kendala teknis.

Perlu Sosialisasi

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 2 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia