Jumat, 15 Mei 2026

Ekonom Sebut Deflasi Beruntun Cerminan Daya Beli Masyarakat Melemah

Penulis : Arnoldus Kristianus
3 Mar 2025 | 17:37 WIB
BAGIKAN
Kawasan bisnis di Jakarta pada jam sibuk sore hari pada 5 Juli 2024. (Foto: AFP/Bay Ismoyo)
Kawasan bisnis di Jakarta pada jam sibuk sore hari pada 5 Juli 2024. (Foto: AFP/Bay Ismoyo)

“Indeks keyakinan konsumen juga sedikit menurun di awal tahun, mengindikasikan adanya kehati-hatian dalam belanja besar-besaran.Meski demikian, sektor ritel tetap optimistis,” lanjut Achmad.

Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) memperkirakan transaksi ritel pada Ramadan dan Lebaran tetap naik sekitar 15%-20% dibandingkan bulan-bulan biasa, meskipun kenaikan ini lebih moderat dibandingkan lonjakan 30% yang terjadi pada 2024.

Sementara itu, stabilitas politik dan pasar memberikan angin segar bagi ekonomi Ramadan, tetapi tantangan daya beli masih membayangi. Hingga menjelang Ramadan 2025, stabilitas politik relatif terjaga, yang berarti tidak ada faktor eksternal signifikan yang menghambat konsumsi masyarakat.

ADVERTISEMENT

Selain itu, pasar keuangan juga menunjukkan stabilitas meski terjadi peningkatan risiko pada nilai tukar. Rupiah mengalami gejolak pelemahan yang cukup berarti dan IHSG cenderung turun, menandakan investor tergerus kepercayaannya pada fundamental ekonomi.

Di sisi lain, pemerintah berusaha mengendalikan harga bahan pokok dengan operasi pasar, sehingga lonjakan harga tidak terlalu menggerus daya beli THR. Kombinasi antara stabilitas makro dan strategi promosi ritel yang agresif tetap membuat konsumsi berjalan, meskipun tidak sekuat tahun lalu.

“Pemerintah perlu terus mendorong kebijakan yang mendukung konsumsi berkelanjutan, bukan hanya mengandalkan THR sebagai stimulus tahunan. Dengan strategi yang tepat, momentum musiman ini tetap bisa menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional,” kata dia.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia