Luhut Ungkap Langkah-langkah untuk Capai Target Pertumbuhan Ekonomi 8%
JAKARTA, investor.id – Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menyatakan upaya mencapai target pertumbuhan ekonomi 8% dapat dicapai melalui revitalisasi industri padat karya. Pasalnya industri tersebut memberikan dampak besar terhadap penyerapan tenaga kerja.
“Sekali lagi ini bukan target yang mudah. Tapi saya yakin dengan strategi yang tepat melalui revitalisasi industri padat karya, percepatan investasi, dan penguatan infrastruktur digital publik, kita bisa mencapai misi besar Presiden Prabowo,” ucap Ketua DEN, Luhut Binsar Pandjaitan di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Rabu (12/3/2025).
Luhut mengatakan salah satu industri yang didorong adalah Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) sebab memiliki tingkat penyerapan tenaga kerja dalam jumlah tinggi. Oleh karena itu, upaya pengembangan TPT harus dilakukan dengan memberikan kemudahan analisis mengenai dampak lingkungan maupun izin lainnya.
“Saya kira beberapa ratus ribu lapangan kerja dalam beberapa waktu ke depan, itu tidak akan hal yang sulit,” imbuh Luhut.
Untuk mendukung aspirasi itu, DEN dan Kemenko Perekonomian bersepakat untuk membentuk tim kajian khusus. Tim ini juga merespons dinamika ekonomi global yang terus berkembang dan guna mengevaluasi regulasi yang berpotensi menghambat investasi ke Indonesia.
Langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif, menarik bagi investor domestik maupun internasional. DEN dan Kemenko Perekonomian sepakat untuk melakukan kerja bersama yang lebih terintegrasi.
“Saya percaya bahwa dengan koordinasi yang solid antara DEN, Kemenko Perekonomian, dan seluruh Kementerian/Lembaga terkait, kita mampu menghadirkan kebijakan yang lebih efektif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional serta utamanya memberi manfaat luas bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia,” jelas Luhut.
Pertemuan ini menjadi awal kerja sama yang lebih erat antara DEN dan Kemenko Perekonomian untuk memastikan arah kebijakan ekonomi berjalan seiring, terkoordinasi, dan terintegrasi dengan baik.
“Tugas kami bukan hanya memberi rekomendasi kebijakan, tetapi juga mendukung dan memastikan bahwa setiap strategi yang diusulkan memiliki dampak nyata bagi perekonomian nasional. Oleh karena itu, kerja sama lintas sektor yang terintegrasi menjadi kuncinya,” ungkap Luhut.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






