Jumat, 15 Mei 2026

APBN Defisit Rp 31,2 Triliun pada Februari 2025

Penulis : Arnoldus Kristianus
13 Mar 2025 | 11:52 WIB
BAGIKAN
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers APBN Kinerja dan Fakta (KiTa) di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (13/3/2025). (Investor Daily/Arnoldus Kristianus)
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers APBN Kinerja dan Fakta (KiTa) di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (13/3/2025). (Investor Daily/Arnoldus Kristianus)

JAKARTA, investor.id – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 mengalami defisit sebesar Rp 31,2 triliun per 28 Februari 2025 atau 0,13% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Defisit itu terjadi karena pendapatan negara mencapai Rp 316,9 triliun dan belanja negara sebesar Rp 348,1 triliun. Pemerintah menargetkan defisit APBN 2025 sebesar Rp 616,2 triliun atau 2,53% dari PDB.

“APBN 2025 didesain dengan defisit sebesar Rp 616,2 triliun. Jadi, defisit 0,13% dari PDB tentu masih di dalam target APBN,” ungkap Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers APBN Kinerja dan Fakta (KiTa) di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (13/3/2025).

ADVERTISEMENT

Adapun realisasi pendapatan negara sebesar Rp 316,9 triliun terbagi dalam penerimaan perpajakan sebesar Rp 240,4 triliun dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp 76,4 triliun. Untuk penerimaan perpajakan terbagi dalam penerimaan pajak sebesar Rp 187,8 triliun dan penerimaan kepabeanan dan cukai sebesar Rp 52,6 triliun.

Sedangkan realisasi belanja negara sebesar Rp 348,1 triliun terbagi dalam belanja pemerintah pusat senilai Rp 211,5 triliun dan transfer ke daerah sebesar Rp 136,6 triliun. Realisasi belanja pemerintah pusat meliputi belanja Kementerian/Lembaga (K/L) senilai Rp 83,6 triliun dan belanja non K/L sebesar 127,9 triliun.

Kemudian, keseimbangan primer tercatat Rp 48,1 triliun pada akhir Februari 2025. Sedangkan pembiayaan anggaran telah mencapai Rp 220,1 triliun atau 35,7% dari target dalam APBN 2025.

“Artinya dalam dua bulan pertama, kita telah merealisasikan pembiayaan cukup besar sekitar 35,7% dari target. Secara implisit berarti ada perencanaan pembiayaan yang front loading artinya issuance di awal cukup besar,” ujar Sri Mulyani.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia