Jumat, 15 Mei 2026

Perputaran Uang saat Idulfitri Diprediksi Turun, Imbas Warga RI Berhemat hingga PHK

Penulis : Arnoldus Kristianus
18 Mar 2025 | 19:14 WIB
BAGIKAN
Pemudik di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur. (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)
Pemudik di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur. (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)

JAKARTA, investor.id – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memperkirakan perputaran uang pada Idulfitri 2025/1446 Hijriah mencapai Rp 137,97 triliun. Nilai itu turun dari perputaran uang pada Idulfitri 2024 yang sebesar 157,3 triliun.

“Jumlah pemudik tahun ini diperkirakan sejumlah 146,48 atau setara dengan 36,26 juta keluarga dengan asumsi per keluarga 4 orang. Jika rata rata keluarga membawa uang sebesar Rp 3,75 juta naik 10% dari tahun lalu maka potensi perputaran uang diprediksi sebesar Rp 137,975 triliun,” ucap Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pengembangan Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang dalam pernyataan resmi yang diterima pada Selasa (18/3/2025).

Jumlah ini masih berpotensi naik, angka rata rata per keluarga diambil angka yang minimal dan moderat. Jika per keluarga membawa rata rata Rp 4 juta maka potensi perputaran bisa mencapai 145,040 triliun, sehingga potensi perputaran dikisaran 137-145 triliun.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan hasil survey yang dilakukan Badan Kebijakan Transportasi, Pusat Ptatistik, Kementerian Perhubungan maupun akademisi, jumlah pemudik hari raya Idulfitri 2025 diperkirakan 146,48 juta orang atau sekitar 52% dari penduduk Indonesia. Jumlah ini mengalami penurunan sebesar 24%% dibandingkan tahun lalu yang mencapai 193,6 juta pemudik.

Jumlah pemudik yang mengalami penurunan itu tentu berpengaruh terhadap perputaran uang selama libur Idulfitri. Sarman lantas mengemukakan empat faktor yang membuat warga RI ogah untuk mudik.

Pertama, jarak libur Nataru dan Idulfitri yang sangat berdekatan. Sehingga yang sempat berlibur selama Natal dan Tahun Baru (Nataru) tidak lagi merencanakan liburan atau pulang kampung saat libur Idul Fitri.

Kedua, dengan kondisi ekonomi saat ini masyarakat cenderung menghemat (saving). Pilihan untuk berhemat itu mengingat dalam beberapa bulan kedepan akan memasuki tahun ajaran baru yang memerlukan biaya masuk sekolah.

Ketiga, maraknya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Keempat, penurunan daya beli masyarakat serta faktor cuaca juga mempengaruhi niat masyarakat untuk pulang kampung.

Sementara itu, Bank Indonesia (BI) telah mempersiapkan uang layak edar (ULE) sebesar Rp 180,9 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada periode Ramadan dan Idulfitri 2025. Sarman juga memprediksi bahwa uang layak edar tersebut tidak akan terserap sepenuhnya.

“Perputaran uang ini akan menyebar sekitar 60% di Pulau Jawa sebagai tujuan utama mudik setiap tahun seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Yogyakarta, Banten sekitar Jabodetabek. Sisanya 40% akan menyebar wilayah Sumatera, Kalimantan, Bali, NTB, Sulawesi, NTT, Maluku dan Papua,” urai dia.

Dampak ke Ekonomi

Perputaran uang di berbagai daerah tujuan mudik tentu akan menggairahkan dan meningkatkan produktivitas perekonomian lokal, yang akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah dan otomatis berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Para pelaku usaha di berbagai daerah diharapkan dapat memanfaatkan momentum mudik tahunan ini dengan pelayanan yang baik dan berkesan sehingga para pemudik dapat menghabiskan uang yang dibawa di kampung halaman dengan berbelanja di berbagai tempat wisata, kuliner makanan khas daerah serta berbagai produk khas sebagai oleh oleh kembali ke kota.

Beberapa sektor usaha akan menikmati kue perputaran uang selama liburan Idulfitri 2025 seperti industri aneka makanan dan minuman, fashion, baju muslim, ritel, pedagang sembako, dan sektor pariwisata beserta turunannya seperti hotel, motel, villa, restoran, café, minimarket, aneka warung/toko, destinasi wisata/taman hiburan, UMKM makanan khas daerah, souvenir, batik, kain khas daerah dan aneka produk unggulan lainnya.

“Selain itu, sektor transportasi darat (bus-rental-kereta api-mobil pribadi dan motor), transportasi laut (kapal penumpang dan penyeberangan), transportasi udara (pesawat), pengelola tol dan SPBU,” kata Sarman.

Adapun pemerintah ingin menggenjot konsumsi rumah tangga pada momentum Idulfitri tahun 2025 ini dengan berbagai stimulus yaitu optimalisasi penyaluran bansos, diskon harga tiket pesawat, diskon tarif tol, diskon belanja, diskon paket pariwisata lebaran, stabilisasi harga pangan, serta pencairan THR ASN dan pekerja swasta, termasuk dorongan pemerintah kepada operator ojol untuk mendapatkan bonus hari raya lebaran.

Dengan peningkatan konsumsi rumah tangga selama libur Idulfitri tahun ini diharapkan mampu menggenjot pertumbuhan ekonomi kuartal I-2025 di kisaran 5% lebih. Ini sebagai fondasi untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi kuartal II sampai IV-2025, sehingga target pertumbuhan ekonomi tahun 2025 sebesar 5%-5,1% diharapkan dapat tercapai.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 40 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia