Jumat, 15 Mei 2026

Ekonomi Sulit, Pakar Sebut Dalangnya Pemerintah

Penulis : Vinnilya Huanggrio
19 Mar 2025 | 20:51 WIB
BAGIKAN
Presiden Prabowo Subianto. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/nz)
Presiden Prabowo Subianto. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/nz)

JAKARTA, investor.id – Kepala LPEM FEB UI, Chaikal Nuryakin menyatakan, pemerintah seakan menggelontorkan sejumlah kebijakan untuk merespons ketidakpastian ekonomi global. Padahal, pemerintah justru yang menciptakan ketidakpastian ekonomi terjadi di dalam negeri.

Salah satu kebijakan pemerintah yang disebut menciptakan ketidakpastian ekonomi tak lain yaitu perubahan struktur anggaran. Tak ayal, hal itu pula yang pada gilirannya berpotensi membuat banyak terjadi gelombang PHK di sektor industri padat karya.

“Pemerintah juga menciptakan ketidakpastian itu, seperti dari banyaknya perubahan drastis di awal tahun,” beber Chaikal Nuryakin dalam Investor Daily Talk, Rabu (19/3/2025).

ADVERTISEMENT

Menurut Chaikal, banyaknya perubahan drastis yang terjadi di awal tahun mulai dari perubahan struktur anggaran, sistem perpajakan (Coretax), kasus korupsi BUMN, hingga dengan gejolak di sektor industri seperti Sritex. Semua sentimen ini membuat pelaku ekonomi menaruh ekspektasi yang semakin buruk terhadap perekonomian nasional.

Dia juga menekankan bahwa seharusnya fokus utama dari pemerintah bukan hanya pada kredibilitas kebijakan fiskal dan moneter, tetapi juga pada pengelolaan risiko dan stabilitas kebijakan.

“Tidak cukup dengan kredibilitas, tidak cukup dengan misalnya memposisikan ibu Sri Mulyani dalam kabinet. Namun pemerintah harus memitigasi ketidakpastian ini, bukan justru malah menciptakannya,” ujar Chaikal.

Ekonomi Sulit, Pakar Sebut Dalangnya Pemerintah
Ilustrasi: Investor Daily

Menurut dia, perubahan drastis dalam suatu kebijakan bakal memunculkan ketidakpastian. Dinamika perubahan sejumlah kebijakan yang terjadi dalam satu waktu yang bersamaan ini membuat pemerintah harus bekerja lebih keras.

“Artinya, bukan hanya menyangkut kredibilitas tetapi juga dibutuhkan upaya tambahan dalam mengatasi ketidakpastian tersebut dengan arah kebijakan yang jelas dan konsisten,” pungkas Chaikal.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia