Jumat, 15 Mei 2026

Ideas: Zakat dan Filantropi Islam Dapat Berperan sebagai Stimulus Ekonomi

Penulis : Arnoldus Kristianus
30 Mar 2025 | 18:12 WIB
BAGIKAN
Presiden Prabowo Subianto, membayar zakat fitrah lewat Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) di Istana Negara Jakarta, Kamis (27/3/2025).
Presiden Prabowo Subianto, membayar zakat fitrah lewat Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) di Istana Negara Jakarta, Kamis (27/3/2025).

JAKARTA,investor.id - Institute for Demographic and Affluence Studies (Ideas) menyatakan dana filantropi Islam khususnya zakat, infak dan sedekah akan berperan sebagai stimulus untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Diperlukan bantalan ekonomi bagi masyarakat berpenghasilan rendah, dan zakat bisa menjadi salah satu opsi untuk menggerakkan ekonomi serta menjadi alternatif untuk membantu perekonomian masyarakat bawah menjelang lebaran tahun ini," ucap Peneliti Ideas, Muhammad Anwar dalam pernyataan tertulis pada Minggu (30/3/2025).

Pandangan ini selaras dengan temuan survei Ideas terhadap 1.233 responden di 30 provinsi yang bertajuk Potret Kedermawanan Masyarakat Muslim Indonesia. Hasil survei menunjukkan bahwa sebagian besar donatur muslim di Indonesia merupakan donatur religius (39,01%) dan donatur rkeptis yang kritis terkait penyaluran dananya (23,53%).

ADVERTISEMENT

Selebihnya merupakan donatur kedekatan (12,57%) yang berdonasi karena kedekatan dengan latar belakang asal atau ormas, donatur investor (12,25%) yang berdonasi karena dianggap menguntungkan, donatur balas budi (6,41%) yang ingin membantu karena pernah dibantu, dan donatur sosialita (6,24%) yang berdonasi karena teman pergaulan.

"Dari survei tersebut, kami menemukan spirit religius menjadi faktor pendorong utama masyarakat Muslim Indonesia dalam melakukan donasi, dan pada bulan Ramadan spirit itu terakumulasi menjadi aktivitas kebaikan untuk membantu sesama," tutur Anwar.

Survei ini juga mengungkap bahwa sebagian besar donatur mengalokasikan dana di kisaran Rp 50-100 ribu per bulan (28,61%), diikuti oleh donasi di bawah Rp 50 ribu (22,59%) dan Rp 100-200 ribu (22,29%). Hanya sekitar 15% yang berdonasi lebih dari Rp 300 ribu per bulan.

"Kedermawanan tidak hanya menjadi ciri khas kelas atas, tetapi juga dilakukan oleh berbagai lapisan masyarakat, termasuk kelas menengah dan bawah," kata Anwar.

Selain itu, survei tersebut mengungkap bahwa terdapat tantangan besar yang masih dihadapi sektor filantropi, yaitu kecenderungan masyarakat dalam cara menyalurkan donasi. Sebanyak 69,2% responden lebih nyaman memberikan donasi secara langsung ke penerima manfaat, masjid, atau kanal informal, sementara hanya 30,8% yang memilih lembaga filantropi resmi seperti Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ).

Anwar menilai bahwa langkah Presiden menunaikan zakat melalui lembaga filantropi adalah tindakan yang tepat dan bisa menjadi dorongan bagi masyarakat untuk melakukan hal yang sama yaitu berdonasi melalui lembaga filantropi.

"Untuk memaksimalkan potensi dan manfaat filantropi Islam, diperlukan adanya 'migrasi donasi' dari informal giving ke formal giving. Kemarin, Presiden dan jajarannya telah mencontohkannya," tutur Anwar.

Tidak cukup sampai di situ, diperlukan kebijakan yang komprehensif dan menjaga kepercayaan masyarakat agar sektor filantropi bisa berkembang lebih baik lagi dan menjawab berbagai permasalahan sosial di Indonesia. Iklim filantropi yang sehat membutuhkan transparansi, akuntabilitas, dan dukungan kebijakan yang kuat.

“Jika kepercayaan masyarakat terhadap lembaga filantropi terus meningkat, maka potensi zakat dan donasi dapat dimaksimalkan untuk mengatasi berbagai tantangan sosial di Indonesia," pungkas Anwar.

Editor: Arnoldus Kristianus

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia