Ekonom Ungkap Risiko Penerapan Tarif Trump Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
JAKARTA,investor.id - Manuver Presiden Amerika Serikat Donald Trump menerapkan tarif kebijakan tarif balasan atau tarif resiprokal bagi sejumlah negara termasuk Indonesia diperkirakan akan memberikan dampak bagi pertumbuhan ekonomi nasional hingga stabilitas nilai tukar rupiah.
“Bagi Indonesia, pertumbuhan ekonomi akan terpengaruh dimana impian untuk tumbuh 5% tahun ini semakin tidak realistis. IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) akan semakin volatile dan cenderung melemah, terutama untuk beberapa sektor berorientasi ekspor,. Sejalan dengan itu, nilai tukar rupiah akan tertekan dan cenderung melemah,” ucap Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin pada Kamis (3/4/2025).
Pada saat yang sama kebijakan pemerintah Indonesia untuk melakukan refinancing utang dan utang baru sebesar Rp 800 triliun di tahun 2025 ini tidak akan mudah. Selain kebutuhan akan return yang lebih menarik, Indonesia juga menghadapi pasar yang semakin berat. Apalagi ekspor Indonesia ke AS didominasi oleh produk industri padat karya dan dampaknya tekanan pemutusan hubungan kerja (PHK) akan semakin kuat.
Dia menyarankan ada tujuh langkah yang perlu diprioritaskan Indonesia untuk mengantisipasi dampak dari kebijakan resiprokal AS. Pertama, Indonesia perlu memperkuat cadangan devisa untuk menghadapi rally ‘perang mata uang’ yang panjang. Oleh karena itu kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam( SDA) harus segera diterapkan dengan tuntas.
Kedua, pemerintah perlu melakukan rekalibrasi APBN dengan mengurangi yang kurang efektif sehingga dapat memprioritaskan program jangka pendek yang berdampak langsung pada daya beli dan penciptaan lapangan kerja.
“Demand dari dalam negeri perlu distimulus untuk menggantikan demand dari luar negeri yang berpotensi menurun,” kata Wijayanto.
Baca Juga:
Dampak Tarif Trump ke RupiahKetiga yaitu, pengetatan impor legal dan penghentian impor illegal secara total. Selain menciderai produsen dalam negeri, ini juga membuat negara kehilangan potensi pendapatan. Kempat yaitu penguatan industri jasa keuangan, terutama Perbankan dan Pasar Modal, untuk mampu berperan sebagai shock absorber bagi semakin tingginya ketidakpastian ekonomi dunia. Kelima yaitu,pemerintah harus mengeluarkan kebijakan komprehensif yang kongkrit dan realistis serta dinarasikan dengan baik.
“Berbagai kalangan masih belum melihat dengan jelas ke mana ekonomi negeri ini akan dibawa oleh Pemerintahan Prabowo,” tutur Wijayanto.
Keenam,memperkuat kerjasama perdagangan dan investasi dengan berbagai negara dengan memanfaatkan sentimen ‘perasaan senasib’, termasuk dengan Uni Eropa, Asean, India, Timur Tengah, bahkan Afrika dan Amerika latin. Terakhir yaitu, membentuk tim negosiasi yang disiapkan untuk bernegosiasi dengan AS saat kondisi sudah memungkinan.
“Kehandalan kepemimpinan Pak Prabowo dan soliditas kabinet diuji bukan oleh kondisi nyaman, tetapi oleh kondisi penuh gejolak seperti saat ini,” tegas Wijayanto.
Sebelumnya Donald Trump mengumumkan akan memberlakukan tarif dasar sebesar 10% untuk semua impor ke negara AS. Bahkan, tarif yang lebih tinggi untuk sejumlah negara mitra dagang, termasuk Indonesia. Adapun kebijakan tarif balasan ini diberlakukan sebesar 34% untuk China dan 20% untuk Uni Eropa, sebagai respons terhadap bea masuk yang diberlakukan pada produk-produk AS. Sedangkan untuk Indonesia sebesar 32% dan tarif tertinggi terlihat akan diberlakukan kepada Vietnam sebanyak 46%.
Editor: Arnoldus Kristianus
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






