Jumat, 15 Mei 2026

Ekonom Ungkap Risiko Penerapan Tarif Trump Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Penulis : Arnoldus Kristianus
3 Apr 2025 | 13:30 WIB
BAGIKAN
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyampaikan pidato di Ruang Oval Gedung Putih di Washington, AS, Jumat (7/3/2025). (Foto: Pool via AP)
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyampaikan pidato di Ruang Oval Gedung Putih di Washington, AS, Jumat (7/3/2025). (Foto: Pool via AP)

JAKARTA,investor.id - Manuver Presiden Amerika Serikat  Donald Trump  menerapkan tarif kebijakan tarif balasan atau tarif resiprokal  bagi sejumlah negara termasuk Indonesia diperkirakan akan memberikan dampak bagi pertumbuhan ekonomi nasional hingga stabilitas nilai tukar rupiah.

“Bagi Indonesia, pertumbuhan ekonomi akan terpengaruh dimana impian untuk tumbuh 5% tahun ini semakin tidak realistis. IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) akan semakin volatile dan cenderung melemah, terutama untuk beberapa sektor berorientasi ekspor,. Sejalan dengan itu, nilai tukar rupiah akan tertekan dan cenderung melemah,” ucap Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin pada Kamis (3/4/2025).

Pada saat yang sama kebijakan pemerintah Indonesia untuk   melakukan refinancing utang dan utang baru sebesar Rp 800 triliun di tahun 2025 ini tidak akan mudah.  Selain kebutuhan akan return yang lebih menarik, Indonesia juga menghadapi pasar yang semakin berat. Apalagi  ekspor  Indonesia ke AS didominasi oleh produk industri padat karya dan dampaknya tekanan pemutusan hubungan kerja (PHK) akan semakin kuat. 

ADVERTISEMENT

Dia menyarankan ada tujuh langkah yang perlu diprioritaskan Indonesia untuk mengantisipasi dampak dari kebijakan resiprokal AS. Pertama, Indonesia perlu memperkuat cadangan devisa untuk menghadapi rally ‘perang mata uang’ yang panjang. Oleh karena itu kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam( SDA)  harus segera diterapkan dengan tuntas.

Kedua, pemerintah perlu melakukan rekalibrasi APBN dengan mengurangi yang kurang efektif sehingga dapat  memprioritaskan program jangka pendek yang berdampak langsung pada daya beli dan penciptaan lapangan kerja.

“Demand dari dalam negeri perlu distimulus untuk menggantikan demand dari luar negeri yang berpotensi menurun,” kata Wijayanto.

Ketiga yaitu, pengetatan impor legal dan penghentian impor illegal secara total. Selain menciderai produsen dalam negeri, ini juga membuat negara kehilangan potensi pendapatan. Kempat yaitu penguatan industri jasa keuangan, terutama Perbankan dan Pasar Modal, untuk mampu berperan sebagai shock absorber bagi semakin tingginya ketidakpastian ekonomi dunia.  Kelima yaitu,pemerintah harus mengeluarkan kebijakan komprehensif yang kongkrit dan realistis serta dinarasikan dengan baik.

“Berbagai kalangan masih belum melihat dengan jelas ke mana ekonomi negeri ini akan dibawa oleh Pemerintahan Prabowo,” tutur Wijayanto.

Keenam,memperkuat kerjasama perdagangan dan investasi dengan berbagai negara dengan memanfaatkan sentimen ‘perasaan senasib’, termasuk dengan Uni Eropa, Asean, India, Timur Tengah, bahkan Afrika dan Amerika latin. Terakhir yaitu, membentuk tim negosiasi yang disiapkan untuk bernegosiasi dengan AS saat kondisi sudah memungkinan.

“Kehandalan kepemimpinan Pak Prabowo dan soliditas kabinet diuji bukan oleh kondisi nyaman, tetapi oleh kondisi penuh gejolak seperti saat ini,” tegas Wijayanto.

Sebelumnya Donald Trump mengumumkan akan memberlakukan tarif dasar sebesar 10% untuk semua impor ke negara AS. Bahkan, tarif yang lebih tinggi untuk sejumlah negara mitra dagang, termasuk Indonesia. Adapun kebijakan tarif balasan ini  diberlakukan  sebesar 34% untuk China dan 20% untuk Uni Eropa, sebagai respons terhadap bea masuk yang diberlakukan pada produk-produk AS. Sedangkan untuk Indonesia sebesar 32% dan tarif tertinggi terlihat akan diberlakukan kepada Vietnam sebanyak 46%. 

Editor: Arnoldus Kristianus

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 47 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia