Jumat, 15 Mei 2026

Penerapan Tarif Trump akan Buat Rupiah Terkapar Hingga Rp 17.000 per Dolar

Penulis : Arnoldus Kristianus
3 Apr 2025 | 14:57 WIB
BAGIKAN
Petugas kasir menghitung mata uang dolar amerika serikat di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, belum lama ini. (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)
Petugas kasir menghitung mata uang dolar amerika serikat di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, belum lama ini. (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)

JAKARTA,investor.id - Pengenaan tarif resiprokal dari Amerika Serikat ke Indonesia sebesar 32% diperkirakan akan menyebabkan nilai tukar rupiah melemah hingga Rp 17.000 per dolar AS.

“Dampak yang segera adalah  akan terjadi depresiasi rupiah yang saat ini sudah Rp 16.700 per dolar AS dan tidak mustahil dalam beberapa hari ke depan akan melampaui Rp 17.000 per dolar AS,” ucap Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Didin S. Damanhuri pada Kamis (3/4/2025).

Berdasarkan data Bloomberg pada Kamis (3/4/2025) nilai tukar rupiah sebesar Rp 16.745 per dolar AS.  Menurut dia, Pelemahan nilai tukar rupiah akan menyebabkan perusahaan yang terdampak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Pengusaha memilih PHK sebagai upaya rasionalisasi korporasi.  Rentetan akan berlanjut terhadap penurunan geliat UMKM dan  daya beli masyarakat.

ADVERTISEMENT

“Daya beli masyarakat akan menurun secara lebih masif lagi yang kini pun sudah terjadi pelemahan daya beli masyarakat,” terang dia.

Dia mengatakan kinerja dunia usaha akan terganggu lantaran terjadi  sentimen pesimisme baik dalam usaha besar maupun UMKM. Padahal pesimisme tersebut sudah cukup melanda publik terhadap perekonomian.

“Serta makin meningkatkan aksi kriminalitas lebih tinggi lagi yang meresahkan masyarakat,” tutur Didin.

Oleh karena itu, pemerintah harus segera mengevaluasi dampak jangka pendek, menengah dan panjang akibat tarif tinggi dari AS terhadap perekonomian seraya melakukan upaya kerjasama ekonomi Asean, Organisasi Kerjasama Islam (OKI), serta BRICS plus.

“Pemerintah perlu melakukan adjustment terhadap situasi baru dari dampak jangka pendek, menengah dan panjang atas tarif tinggi dari AS atas keseluruhan visi, misi dan program pemerintah Indonesia,” kata Didin.

Dia mengatakan pemerintah perlu mempersiapkan langkah mitigasi untuk mengalihkan pendanaan dari program-program jangka menengah dan panjang untuk memberikan stimulus besar-besaran kepada para pelaku usaha untuk membangkitkan pasar dalam negeri terutama kepada pelaku UMKM dan  pengusaha di daerah.

“Pemerintah harus menghentikan pengeluaran APBN dan APBD yang tidak perlu,” imbuh Didin.

Dia mendorong seluruh pihak baik pemerintah hingga masyarakat untuk bersinergi  sehingga bisa menghasilkan  konsolidasi politik, ekonomi dan sosial untuk menghadapi situasi terburuk sekalipun. “Untuk masyarakat hendaknya melakukan belanja yang lebih memprioritaskan belanja kebutuhan pokok,” tutur Didin.

 Sebelumnya Presiden AS Donald Trump mengumumkan akan memberlakukan tarif dasar sebesar 10% untuk semua impor ke negara AS. Bahkan, tarif yang lebih tinggi untuk sejumlah negara mitra dagang, termasuk Indonesia. Adapun kebijakan tarif balasan ini  diberlakukan  sebesar 34% untuk China dan 20% untuk Uni Eropa, sebagai respons terhadap bea masuk yang diberlakukan pada produk-produk AS. Sedangkan untuk Indonesia sebesar 32% dan tarif tertinggi terlihat akan diberlakukan kepada Vietnam sebanyak 46%. 

Editor: Arnoldus Kristianus

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia