Jumat, 15 Mei 2026

Ekonom: Pelonggaran TKDN akan Ganggu Kelangsungan Industri Dalam Negeri

Penulis : Arnoldus Kristianus
9 Apr 2025 | 18:03 WIB
BAGIKAN
Truk bermuatan peti kemas melintas di lapangan penumpukan peti kemas (container yard) PT Terminal Petikemas Surabaya, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (18/3/2025). (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)
Truk bermuatan peti kemas melintas di lapangan penumpukan peti kemas (container yard) PT Terminal Petikemas Surabaya, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (18/3/2025). (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)

Sebelumnya pada pekan lalu, Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S. Lukman menerangkan, kebijakan TKDN telah terbukti meningkatkan permintaan produk manufaktur dalam negeri, terutama dari belanja pemerintah.

“Kebijakan ini juga memberi jaminan kepastian investasi dan dapat menarik investasi baru ke Indonesia,” ucap dia.

Adhi menambahkan, banyak tenaga kerja Indonesia bekerja pada industri yang produknya dibeli setiap tahun oleh pemerintah karena kebijakan ini. “Pelonggaran kebijakan (TKDN) ini akan berakibat hilangnya lapangan kerja dan berkurangnya jaminan investasi di Indonesia,” ujar dia.

ADVERTISEMENT

Kekhawatiran industri itu menjadi nyata. Presiden Prabowo Subianto secara eksplisit menyampaikan rencana untuk membuka keran impor sebesar-besarnya. Menurut dia, siapa pun boleh membanjiri Indonesia dengan barang impor. Ini menandakan bahwa kebijakan TKDN yang dipercaya dapat meningkatkan permintaah produk dalam negeri, malah akan diotak-atik dengan membuka keran impor.

“Saya minta, ya, ada menteri pertanian, ada menteri perdagangan, gak usah ada kuota-kuota apalagi, gak ada. Siapa yang mau impor daging, silakan, siapa saja boleh impor, saudara-saudara. Mau impor apa, silakan, buka saja. Rakyat kita juga pandai kok, iya kan?” ungkap Presiden Prabowo dalam Sarasehan Ekonomi di Jakarta, pada Selasa (8/4/2025).

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia