Kata Pengamat soal Ramalan Suram IMF
JAKARTA, investor.id – International Monetary Fund (IMF) yang mengoreksi proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2025 hanya berada di angka 2,8% dari prediksi sebelumnya pada Januari sebesar 3,6%. Ekonom Universitas Andalas (Unand), Sumatera Barat, Syafruddin Karimi memandang suramnya proyeksi ekonomi global itu disebabkan karena sejumlah faktor.
Syafruddin menerangkan bahwa proyeksi itu menggambarkan situasi yang mengkhawatirkan dari dampak jangka pendek kebijakan proteksionis dan ketegangan geopolitik dewasa ini. Selain proyeksi ekonomi global yang menurun, IMF juga menyampaikan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 mungkin berada di bawah 5%.
“Pernyataan IMF yang menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global, termasuk Indonesia, mencerminkan kekhawatiran serius terhadap dampak jangka pendek dari ketegangan geopolitik dan kebijakan proteksionis,” ujar Syafruddin dalam keterangan tertulisnya, Rabu (23/4/2025).
Dia mengatakan, kebijakan proteksionis menjadi respons wajar bagi negara-negara yang terkena tarif resiprokal dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Alhasil, timbul ketidakpastian di pasar global.
“Ketika Presiden Trump menaikkan tarif secara agresif terhadap hampir seluruh mitra dagangnya, termasuk Tiongkok, Eropa, dan negara-negara berkembang, pasar global merespons dengan ketidakpastian dan volatilitas tinggi,” kata Syafruddin.
Sementara bagi Indonesia, proyeksi terbaru dari IMF ini dapat merusak fondasi ekspor dan meruntuhkan konsumsi dalam negeri. Indonesia dihadapkan pada kombinasi tekanan seperti perlambatan ekonomi mitra dagang utama, fluktuasi harga komoditas, dan pelemahan daya beli domestik.
“Sinyal ini penting sebagai peringatan bahwa Indonesia harus segera mengambil kebijakan penyeimbang, tidak hanya untuk memperkuat ketahanan ekonomi domestik, tetapi juga untuk menyusun ulang strategi dagang dan investasi luar negeri agar lebih adaptif di tengah tekanan global yang terus berubah,” urai Syafruddin.
Seperti yang diketahui, Lembaga Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) memperkirakan pertumbuhan ekonomi global hanya mencapai 2,8%. Angka ini lebih rendah dari proyeksi pada Januari 2025 yang sebesar 3,6%.
IMF memproyeksikan bahwa pertumbuhan global 2025 hanya akan mencapai 2,8%, yang merupakan tingkat paling rendah sejak pandemi Covid-19. Hal ini tidak terlepas dari tekanan perekonomian dunia yang terjadi karena penerapan tarif balasan (resiprokal) dari AS terhadap sejumlah negara.
“Berdasarkan kondisi tersebut, pertumbuhan ekonomi global akan mencapai 2,8% tahun ini dan 3% pada tahun depan, dengan penurunan kumulatif sekitar 0,8% dari World Economic Outlook pada Januari 2025,” ucap Director Research Department IMF Pierre-Olivier Gourinchas dikutip dari channel YouTube IMF.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






