Jumat, 15 Mei 2026

Infrastruktur Jadi Pendongkrak PMDN pada Kuartal I-2025

Penulis : Arnoldus Kristianus
29 Apr 2025 | 11:54 WIB
BAGIKAN
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani. (Investor Daily/Arnoldus Kristianus)
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani. (Investor Daily/Arnoldus Kristianus)

JAKARTA, investor.id – Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melaporkan realisasi investasi pada kuartal I-2025 mencapai Rp 465,2 Triliun. Realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp 234,8 triliun atau 50,5% dari total realisasi investasi dan penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp 230,4 triliun atau 49,3% dari total realisasi investasi.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani mengatakan bahwa realisasi investasi dalam negeri lebih besar dari investasi yang berasal dari investasi asing. Hal ini tidak terlepas dari infrastruktur yang tersedia sehingga menyokong investasi di dalam negeri.

“Salah satu penyebabnya adalah faktor peningkatan infrastruktur jalan tol di Sumatra dan Riau, dan juga disebabkan oleh investasi di bidang real estate dan properti,” ucap Rosan dalam konferensi pers 'Capaian Realisasi Investasi Triwulan I-2025' di kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Jakarta, Selasa (29/4/2025).

ADVERTISEMENT

Lima besar lokasi realisasi investasi melalui PMDN adalah DKI Jakarta senilai Rp 42,2 triliun (18,0%), Jawa Barat senilai Rp 33,8 triliun (14,4%), Jawa Timur senilai Rp 22,1 triliun (9,4%), Riau senilai Rp 18 triliun (7,7%), dan Banten senilai Rp 15,1 triliun (6,4%).

Bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya realisasi PMDN mengalami pertumbuhan 19,1% sedangkan PMA tumbuh 12,7%.

“Yang ingin saya sampaikan ini bukan karena PMA turun tetapi karena PMDN meningkat jauh lebih tajam dari PMA,” terang Rosan.

Lima besar subsektor investasi melalui PMDN adalah transportasi, gudang, dan telekomunikasi senilai Rp 48,4 triliun (20,6%); pertambangan senilai Rp 29,5 triliun (12,6%); perumahan, kawasan industri, dan perkantoran senilai Rp 25,3 triliun (10,8%); jasa lainnya senilai Rp 23,7 triliun (10,1%); serta perdagangan dan reparasi senilai Rp 18,9 triliun (8,1%).

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 8 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia