Usai Ekonomi Lesu, Airlangga: Anggaran Cair, Momentum Pertumbuhan akan Dijaga
JAKARTA, investor.id – Ekonomi Indonesia pada kuartal I-2025 tumbuh melambat. Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengupayakan hal itu tidak kembali terjadi pada kuartal selanjutnya.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2025 yang hanya mencapai 4,87% secara tahunan (year on year/yoy).
Perekonomian Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 5.695,9 triliun dan atas dasar harga konstan mencapai Rp3.264.5 triliun pada kuartal I-2025. Jika dibandingkan dengan kuartal IV-2024 perekonomian Indonesia terkontraksi 0,98%.
Baca Juga:
Ini Penyebab Ekonomi Indonesia Jadi LesuMenteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, untuk menjaga momentum pertumbuhan, pemerintah akan mengoptimalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dengan demikian, ekonomi diharapkan tak kembali melambat dan momentum pertumbuhan dapat tetap dijaga.
“Nanti kita lihat di kuartal berikutnya, diharapkan anggaran pemerintah sudah mulai berjalan sehingga momentum pertumbuhan bisa dijaga,” ungkap Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (5/5/2025).
Berdasarkan data Kementerian Keuangan (Kemenkeu), realisasi belanja negara hingga 31 Maret 2025 atau pada kuartal I-2025 mencapai Rp 620,3 triliun. Realisasi belanja negara mencapai 17,1% dari pagu atau lebih rendah dari periode sama tahun lalu yang sebesar 18,4%.
Namun demikian, kebijakan efisiensi dan realokasi belanja pemerintah akan mulai dilonggarkan. Salah satu penandanya adalah keputusan pemerintah untuk membuka blokir anggaran K/L sebesar Rp 86,6 triliun per 25 April 2025. Anggaran sebesar Rp 86,6 triliun merupakan bagian dari efisiensi yang sebelumnya dilakukan oleh K/L sebesar Rp 256,1 triliun.
Kendati ekonomi melambat, Airlangga mengungkapkan bahwa pencapaian Indonesia pada kuartal I 2025 masih lebih baik dari sejumlah negara. Menurut dia, jika dibandingkan negara anggota G20, Indonesia berada di peringkat ke-2 di bawah China yang bisa mencatat pertumbuhan 5,4% yoy.
Tak hanya dibandingkan negara anggota G20, capaian Indonesia juga masih relatif lebih baik dibandingkan negara kawasan Asia Tenggara atau Asean. Malaysia hanya mencatatkan kinerja pertumbuhan ekonomi sebesar 4,4% dan Singapura sebesar 3,8%.
“Khusus untuk Asean itu kita sedikit di bawah Vietnam,” imbuh Airlangga.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






