Demi Pertumbuhan Ekonomi, BI Harus Segera Turunkan Suku Bunga Acuan
JAKARTA,investor.id - Bank Indonesia (BI) diperkirakan akan menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,5% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 20-21 Mei 2025. Hal tersebut dilakukan guna mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Kalau memang nilai tukar rupiahnya relatif stabil, ada ruang kemudian pemangkasan suku bunga acuan 25 basis di RDG di bulan ini. Jadi 25 basis dari 5,75% ke 5,5%,” ucap Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro dalam media briefing secara virtual pada Senin (19/5/2025).
Andry mengatakan meski nilai tukar rupiah mengalami tekanan tetapi tidak setinggi sebelumnya. Kondisi nilai tukar rupiah saat ini memberikan ruang bagi BI agar dapat menurunkan suku bunga acuan.
“Pressurenya sudah tidak setinggi lagi di periode awal, di kuartal I yang lalu,” imbuh Andry.
Sementara itu, inflasi tahun 2025 ini masih berada dalam target pemerintah dan BI yang sebesar 2,5±1%. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) inflasi tahunan pada April 2025 sebesar 1,95%. Tingkat inflasi month to month (m-to-m) April 2025 sebesar 1,17% dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) April 2025 sebesar 1,56%.
“Inflasi saya rasa akan sangat tetap rendah di range-nya Bank Indonesia. Dan last but not least, saya rasa kemudian kita range dari interest rate, benchmark rate terhadap dibandingkan dengan negara-negara lain juga masih relatif kompetitif,” tutur Andry.
Kinerja suku bunga acuan BI akan bergantung dari suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau Federal Fund Reserve. Andry memperkirakan suku bunga acuan tersebut akan turun dan berdampak pada kebijakan suku bunga bank sentral negara lain termasuk Indonesia
“Bayangan kami memang ada ruang untuk pemangkasan sekitar 50 basis poin,” imbuh dia.
Head of Macroeconomic and Financial Market Research Department Bank Mandiri Dian Ayu Yustina mengatakan bahwa kebijakan suku bunga acuan BI memiliki peran vital untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
“Kami melihat ke depannya policy support ini penting, jadi ada peluang dari sisi kebijakan moneter BI untuk menurunkan suku bunga. ada kemungkinan penurunan suku bunga 25 basis poin tahun ini,” ucap Dian.
Pihaknya memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2025 akan mencapai 4,92% dan pertumbuhan ekonomi selama tahun 2025 sebesar 4,9%. Kondisi pertumbuhan ekonomi kuartal II-2025 akan disokong oleh belanja pemerintah.
“Tekanan di harga komoditas itu relatif mild bahkan cenderung menurun. Untuk nilai tukar rupiah kami memperkirakan akan selabih di kisaran Rp 16.500 di akhir tahun 2025. Dari sisi BI Rate kami masih melihat ada peluang penurunan suku bunga baik dari Fed Fund Rate maupun juga dari BI rate ke depan,” tutur Dian.
Editor: Arnoldus Kristianus
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






