Jumat, 15 Mei 2026

BPS Ubah Format Pelaporan Ekspor-Impor, akan Disampaikan Setiap Awal Bulan

Penulis : Prisma Ardianto
28 Mei 2025 | 15:21 WIB
BAGIKAN
Truk bermuatan peti kemas melintas di lapangan penumpukan peti kemas (container yard) PT Terminal Petikemas Surabaya, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (18/3/2025). (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)
Truk bermuatan peti kemas melintas di lapangan penumpukan peti kemas (container yard) PT Terminal Petikemas Surabaya, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (18/3/2025). (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)

JAKARTA, investor.id – Badan Pusat Statistik (BPS) akan melaporkan data ekspor dan impor setiap awal bulan, pada tanggal 1 atau hari kerja pertama setiap bulan. Data yang disampaikan akan memiliki jeda periode (reference period) selama 31-32 hari sebelumnya. Kebijakan ini akan dilakukan mulai 2 Juni 2025 untuk laporan data ekspor-impor April 2025.

Sebelumnya, BPS menunda rilis neraca perdagangan April 2025. Selama ini, rilis neraca perdagangan diumumkan pada tanggal 15 setiap bulan. Sementara Direktur Statistik Distribusi BPS, Sarpono di Jakarta pada Rabu (28/5/2025) menyampaikan, BPS secara rutin akan merilis angka tetap perkembangan ekspor impor di setiap awal bulan.

“Sebagai bentuk komitmen BPS untuk menghadirkan data yang berkualitas, BPS tidak lagi merilis angka sementara perkembangan ekspor-impor yang biasanya dikeluarkan setiap tengah bulan,” ujar Sarpono, seperti dikutip dari Antara.

ADVERTISEMENT

Dia menerangkan, angka neraca perdagangan—yang berisi data ekspor-impor—didapatkan dari hasil kompilasi dokumen yang telah mengakomodasi beberapa nota pembetulan. Nantinya, data akan lebih akurat sesuai dengan laporan eksportir dan importir serta cakupan yang lebih lengkap seperti PT Kantor Pos dan Pendataan BPS di Perbatasan.

Selama ini BPS merilis data dengan angka sementara, di mana data yang dirilis dikeluarkan setiap tanggal 15 setiap bulan. Angka sementara ini, merupakan kompilasi dari dokumen yang dilaporkan oleh eksportir dan importir selama bulan periode data. Angka tersebut dirilis dengan menitikberatkan pada aspek kecepatan rilis data.

Di sisi lain, Sarpono mengungkapkan, BPS akan menyampaikan data ekspor-impor dalam bentuk kumulatif. Data kumulatif akan mudah untuk diinterpretasikan karena pembanding waktu yang sama dari periode tahun sebelumnya dapat lebih menggambarkan kinerja dan perdagangan internasional.

Dia menjelaskan bahwa data bulanan ekspor-impor cenderung lebih rawan terhadap bias musiman, jumlah hari, adanya momentum hari besar dan faktor serupa lainnya. “Penyajian data bulanan lebih cenderung bergejolak atau volatile akan lebih sulit untuk diinterpretasikan maknanya,” demikian jelas Sarpono.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 45 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 47 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia