Jumat, 15 Mei 2026

Deflasi Mei 2025 Karena Normalisasi Harga Pangan Usai Lebaran

Penulis : Arnoldus Kristianus
2 Jun 2025 | 14:10 WIB
BAGIKAN
Pedagang mensortir bawang merah saat berjualan di Pasar Al-Mahirah, Desa Lamdingin, Banda Aceh, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Ampelsa/aww)
Pedagang mensortir bawang merah saat berjualan di Pasar Al-Mahirah, Desa Lamdingin, Banda Aceh, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Ampelsa/aww)

JAKARTA, investor.id – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pada Mei 2025 terjadi deflasi 0,37% secara bulanan (month to month/mtm). Sedangkan secara tahunan (year on year/yoy) terjadi inflasi 1,6%. Kelompok yang menjadi penyumbang utama bagi deflasi tersebut adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

“Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami deflasi 1,4% dan memberikan andil deflasi 0,37%. Komoditas penyumbang utama deflasi pada kelompok ini adalah cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan bawang putih,” ucap Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini dalam konferensi pers di Kantor BPS pada Senin (2/6/2025).

Jika dirinci, komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan deflasi secara bulanan, yaitu: cabai merah dan cabai rawit masing-masing sebesar 0,12%; bawang merah sebesar 0,09%; ikan segar sebesar 0,05%; bawang putih sebesar 0,04%; daging ayam ras, kentang, dan wortel masing-masing sebesar 0,01%.

ADVERTISEMENT

Sedangkan komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi bulanan, yaitu: tomat sebesar 0,03%; beras, timun, dan kopi bubuk masing-masing sebesar 0,01%.

Pudji mengatakan, secara historis, setiap bulan Mei 2021-2023 mengalami inflasi karena bertepatan dengan momen lebaran dan pasca lebaran, sedangkan pada Mei 2024 dan Mei 2025 mengalami deflasi. Pola inflasi/deflasi yang terjadi di setiap bulan Mei (2021-2025) searah dengan inflasi/deflasi kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang terlihat pada andil kelompok tersebut setiap bulan Mei (2021-2025).

Deflasi Mei 2025 Karena Normalisasi Harga Pangan Usai Lebaran
Sumber: BPS

Bila dilihat secara tahunan pada Mei 2025 kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi sebesar 1,03% atau terjadi kenaikan indeks dari 110,84 pada Mei 2024 menjadi 111,98 pada Mei 2025. Subkelompok yang mengalami inflasi yoy tertinggi, yaitu subkelompok minuman yang tidak beralkohol sebesar 6,54% dan terendah yaitu subkelompok makanan sebesar 0,02%.

Kelompok ini pada Mei 2025 memberikan andil inflasi tahunan sebesar 0,3%. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi tahunan, yaitu: ikan segar sebesar 0,12%; kopi bubuk dan minyak goreng masing-masing sebesar 0,11%; beras sebesar 0,1%; sigaret kretek mesin (SKM) sebesar 0,09%; sigaret kretek tangan (SKT) sebesar 0,04%; kelapa, sigaret putih mesin (SPM), dan santan jadi masing-masing sebesar 0,03%.

Sedangkan komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan deflasi tahunan, yaitu: daging ayam ras sebesar 0,14%; bawang merah sebesar 0,10%; cabai merah sebesar 0,09%; tomat sebesar 0,06%; telur ayam ras sebesar 0,05%; daun bawang sebesar 0,03%; kol putih/kubis, jagung manis, susu bubuk untuk balita, sawi hijau, kentang, bawang putih, dan cabai hijau masing- masing sebesar 0,01%.

Secara keseluruhan pada Mei 2025 terjadi deflasi sebesar 0,37%. Jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya atau secara tahunan terjadi inflasi 1,6% dan secara tahun kalender terjadi inflasi sebesar 1,19%.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 55 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia