Jumat, 15 Mei 2026

Diplomasi Garuda Berhasil Turunkan Tarif Jadi 19%

Penulis : Jauhari Mahardhika
16 Jul 2025 | 14:55 WIB
BAGIKAN
Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Instagram/Prabowo Subianto)
Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Instagram/Prabowo Subianto)

JAKARTA, investor.id – Diplomasi Garuda di level internasional membuahkan hasil. Indonesia dan Amerika Serikat (AS) akhirnya merampungkan proses negosiasi tarif dagang sebelum batas waktu 1 Agustus 2025. Tambahan tarif untuk produk asal Indonesia yang semula 32% dipangkas menjadi 19%.

Tarif tersebut bahkan terendah dibandingkan negara-negara di Asia Tenggara, bahkan Asia, untuk saat ini. Vietnam yang lebih dahulu mencapai kesepakatan dengan AS dipatok tarif 20%. Negara lainnya, seperti Filipina dikenakan 20%, Malaysia 25%, Jepang 25%, Korea Selatan 25%, Thailand 36%, dan Myanmar 40%.

Negosiasi tarif antara Indonesia dan AS tidak mudah alias berliku. Negosiasi berlangsung sejak April lalu atau pertama kali tarif impor AS diumumkan oleh Presiden AS, Donald Trump. Namun, pada 8 Juli 2025, Donald Trump mengirim surat resmi kepada 14 negara, termasuk Indonesia, yang mana Indonesia tetap dipatok tarif 32% mulai 1 Agustus 2025.

ADVERTISEMENT

Negosiasi pun berlanjut. Presiden Prabowo Subianto turun tangan langsung dalam proses perundingan dengan Trump. Keduanya menjalin komunikasi diplomatik untuk meredakan ketegangan dagang. Alhasil, kesepakatan antara Indonesia dan AS tercapai.

Diplomasi Garuda Berhasil Turunkan Tarif Jadi 19%
Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu dengan Perwakilan Dagang Amerika Serikat (AS) Jamieson Greer di Washington, AS pada 17 April 2025. (Foto: Courtesy of Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian)

“Saya baru saja melakukan pembicaraan yang sangat baik dengan Presiden Donald Trump. Kami sepakat untuk membawa hubungan perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat ke era baru yang saling menguntungkan bagi kedua negara kita yang besar. Presiden Trump menyampaikan salam hangatnya kepada seluruh rakyat Indonesia,” ungkap Prabowo Subianto melalui akun resmi di Instagram, yang dikutip pada Rabu (16/7/2025).

Donald Trump mengaku sangat menghormati Prabowo. “Kesepakatan besar, untuk semua orang, baru saja tercapai dengan Indonesia. Saya bernegosiasi langsung dengan presiden mereka yang sangat dihormati. Rincian akan menyusul!!!” tulis Donald Trump dalam unggahannya di media sosial Truth Social, Selasa (15/7/2025).

Keberhasilan Diplomasi Garuda juga tak terlepas dari peran Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto yang memimpin proses negosiasi di AS. Di garda terdepan, Airlangga menyampaikan sejumlah penawaran, termasuk belanja yang lebih besar dan investasi.

Indonesia tak akan mengenakan tarif untuk produk AS yang masuk ke Tanah Air. Indonesia juga akan membeli produk energi AS senilai US$ 15 miliar, produk pertanian senilai US$ 4,5 miliar, dan 50 unit pesawat Boeing. Skema investasi yang ditawarkan Indonesia mencapai US$ 34 miliar untuk mengimbangi defisit perdagangan AS.

Adapun total perdagangan Indonesia dengan Amerika Serikat pada 2024 tercatat sedikit di bawah US$ 40 miliar, tidak termasuk dalam 15 mitra dagang utama AS, namun terus menunjukkan pertumbuhan.

Ekspor AS ke Indonesia naik 3,7% tahun lalu, sementara impor dari Indonesia meningkat 4,8%, sehingga menciptakan defisit neraca perdagangan barang bagi AS hampir US$ 18 miliar.

Diplomasi Garuda Berhasil Turunkan Tarif Jadi 19%
(kiri ke kanan) Menlu Rusia Sergey Lavrov, Presiden UEA Sheikh Mohamed bid Zayed al-Nahyan, Presiden RI Prabowo Subianto, Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva, PM India Narendra Modi, PM China Li Qiang, PM Etiopia Abiy Ahmed, PM Mesir Mostafa Madbouly dan Menlu Iran Abbas Araghchi berfoto bersama dalam KTT BRICS di Rio de Janeiro, Brasil, Minggu (6/7/2025). (ANTARA FOTO/HO/Biro Pers-Muchlis)

Indonesia juga tengah melakukan investasi untuk pupuk amonia oleh PT Indorama. Selain itu, terdapat rencana akuisisi oleh Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk pengembangan kilang minyak (refinery) dengan nilai mencapai US$ 8 miliar.

Tak hanya dengan AS, Diplomasi Garuda juga terbukti efektif dengan BRICS dan Uni Eropa. Indonesia bergabung sebagai anggota penuh BRICS dan menuntaskan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA) dengan Uni Eropa. Langkah-langkah strategis ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam memperkuat kedaulatan ekonomi nasional di tengah tekanan global.

Dalam KTT BRICS ke-17 di Rio de Janeiro, Brasil, Presiden Prabowo menegaskan peran strategis Indonesia sebagai anggota penuh ke-10. “Ini sejarah baru bagi Indonesia, menandakan posisi RI yang semakin didengar dan dibutuhkan di forum global,” kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

BRICS saat ini merepresentasikan hampir separuh populasi dunia dan sekitar 35% dari PDB global. Keanggotaan Indonesia dalam BRICS diharapkan menjadi katalis kerja sama strategis di bidang energi, teknologi, hingga perdagangan lintas negara berkembang.

Diplomasi Garuda Berhasil Turunkan Tarif Jadi 19%
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melakukan pertemuan dengan Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, di Kantor Pusat Uni Eropa, Gedung Berlaymont, Brussel, Belgia pada Minggu (13/7/2025). (Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev)

Sementara itu, Diplomasi Garuda yang dipimpin Prabowo juga mencatat capaian penting dengan rampungnya negosiasi CEPA dengan Uni Eropa. Perjanjian yang telah mandek lebih dari 10 tahun itu akhirnya disepakati, mencakup penghapusan hampir seluruh tarif perdagangan bilateral.

CEPA membuka peluang ekspor besar ke pasar Eropa yang berpenduduk lebih dari 460 juta dan memiliki standar tinggi. Strategi diversifikasi mitra dagang lewat BRICS dan Uni Eropa menjadi pilar penting dalam menjaga pertumbuhan dan kedaulatan ekonomi nasional.

Ke depan, Indonesia harus terus memperkuat sinergi antara kebijakan luar negeri dan kesiapan industri dalam negeri agar hasil kesepakatan ini dapat dioptimalkan secara berkelanjutan.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia