Penyelesaian Kesepakatan Dagang RI-AS Berikan Kepastian Bagi Dunia Usaha
JAKARTA, investor.id – Pemerintah menilai adanya kesepakatan perdagangan antara Indonesia-Amerika Serikat (AS) akan memberikan kepastian bagi geliat bisnis di Indonesia. Pasalnya dengan adanya kesepakatan ini pelaku usaha dapat segera melaksanakan ekspor dan impor sehingga geliat manufaktur akan tumbuh optimal.
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso mengatakan, setelah ada kesepakatan perdagangan Indonesia-AS, maka ada kejelasan bagi kegiatan perdagangan kedua belah pihak khususnya bagi pelaku usaha di Indonesia-AS. Misalnya produk-produk apparel, baju, jaket, dan pakaian wanita, yang siklusnya sudah mulai diproduksi saat ini untuk dijual pada musim semi pada kuartal II-2026.
“Hal yang paling bagus sebenarnya dengan kemarin Presiden Prabowo sudah sepakat dengan Trump kemarin, itu memberi kepastian (kepada dunia usaha),” ucap Susi di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Jumat (18/7/2025).
Saat ini, Indonesia dalam babak baru negosiasi telah mencapai kesepakatan perdagangan yaitu produk ekspor Indonesia yang masuk ke AS akan dikenakan tarif 19%, sedangkan impor produk AS yang masuk ke Indonesia sebesar 0%. Tarif 19% ini jauh lebih rendah dari penetapan tarif awal yang sebesar 32%.
Susiwijono mengatakan, geliat industri tidak hanya dipengaruhi oleh tarif bea masuk tetapi juga dari sisi kepastian usaha. Saat Vietnam telah mengantongi kepastian tarif dari AS, sementara Indonesia belum, maka para buyers dari AS akan cenderung memilih produk-produk dari Vietnam. Oleh karena itu, dengan pengumuman kesepakatan dagang Indonesia-AS saat ini, maka produksi di Indonesia sudah bisa berjalan secara optimal.
“Kalau kita belum diumumkan kemarin, sementara, mohon maaf, misalkan pesaingnya Vietnam, dia sudah dapat 20%. Mereka berani kontrak dengan Vietnam, dengan kita gak berani. Kita belum tahu kepastian. Nah dengan penetapan tarif 19 % mereka sudah kontrak,” tutur dia.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif impor sebesar 19% untuk produk asal Indonesia. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari kesepakatan dagang baru antara AS dan Indonesia.
Trump menyampaikan, kesepakatan dengan Indonesia akan diikuti oleh beberapa kesepakatan lainnya menjelang tenggat 1 Agustus 2025. Trump menilai kesepakatan dinilai lebih ‘adil’ demi menekan defisit perdagangan AS.
Kesepakatan dengan Indonesia memiliki garis besar yang mirip dengan perjanjian yang baru-baru ini dicapai dengan Vietnam, yakni tarif tetap atas ekspor ke AS yang besarnya kira-kira dua kali lipat dari tarif saat ini sebesar 10%, serta tanpa adanya tarif atas ekspor AS ke Indonesia.
Kesepakatan itu juga mencakup tarif penalti untuk apa yang disebut sebagai transhipment barang dari China melalui Indonesia, serta komitmen untuk membeli sejumlah produk AS.
“Mereka akan membayar 19% dan kita tidak membayar apa-apa, kita akan memiliki akses penuh ke Indonesia, dan kita akan umumkan beberapa kesepakatan serupa lainnya,” ujar Trump.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler





