Jumat, 15 Mei 2026

Defisit APBN Melebar, Prabowo Minta Deregulasi Segera, Apa Hubungannya?

Penulis : Prisma Ardianto
22 Jul 2025 | 23:45 WIB
BAGIKAN
Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara. (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)
Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara. (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

JAKARTA, investor.id – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan telah menerima arahan khusus dari Presiden Prabowo Subianto untuk merespons perkiraan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2025.

Dalam rancangan terbaru Sri Mulyani, defisit APBN pada tahun ini bisa mencapai 2,78% terhadap produk domestik bruto (PDB). Angka tersebut melonjak dari rencana semula yang ditarget sebesar 2,53% dari PDB.

Dalam perkembanganya sampai semester I-2025, Kementerian Keuangan melaporkan APBN 2025 mengalami defisit sebesar Rp 204,24 triliun. Defisit APBN pada paruh pertama tahun ini telah tercatat 0,84% dari PDB.

ADVERTISEMENT

Sri Mulyani mengatakan, proyeksi terbaru defisit APBN tahun 2025 itu menjadi salah satu poin yang dilaporkan kepada Presiden Prabowo dalam pertemuan di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa (22/7/2025) sore.

“(Defisit APBN sebesar 2,78%) itu karena dari sisi penerimaan maupun dari sisi belanja negara,” ungkap Sri Mulyani dalam keterangan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa malam, seperti dipantau melalui Youtube Sekretariat Presiden.

Defisit APBN Melebar, Prabowo Minta Deregulasi Segera, Apa Hubungannya?
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bersiap mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/7/2025). (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

Dia bilang, Presiden Prabowo selanjutnya memberi arahan agar defisit APBN tetap dijaga di level yang baik dan memadai. Artinya, pengelolaan APBN tetap dirancang agar ikut serta mendukung perekonomian nasional secara optimal melalui berbagai kebijakan kontrasiklikal dan tetap menjaga keyakinan pasar.

“Dalam hal ini seperti yang sudah disampaikan di DPR, range-nya saya laporkan kepada bapak presiden. Dan beliau menyampaikan apabila bisa dibuat sehingga market confidence bagus, ekonomi kita tetap jalan, support terhadap ekonomi melalui APBN atau countercyclical bisa jalan,” urai Sri Mulyani.

Tidak ada kesan penolakan dari Presiden Prabowo dari penuturan Sri Mulyani terhadap rancangan defisit APBN terbaru. Sebaliknya, Prabowo berpesan agar Sri Mulyani melanjutkan reformasi penerimaan negara agar sisi pendapatan negara lebih memadai.

Seperti yang diketahui, pendapatan negara tahun ini anjlok karena kontraksi dalam pada sisi penerimaan pajak. Berdasarkan laporan Kementerian Keuangan, realisasi pendapatan negara sebesar Rp 1.201,7 triliun sampai dengan semester I-2025. Angka tersebut turun 9,01% dibandingkan dengan pendapatan negara pada semester I-2024 yang mencapai Rp 1.320,7.

Defisit APBN Melebar, Prabowo Minta Deregulasi Segera, Apa Hubungannya?
Ilustrasi: Investor Daily

Selain itu, Presiden Prabowo memberi arahan agar belanja difokuskan kepada program-program unggulan seperti makan bergizi gratis (MBG), sekolah rakyat, koperasi merah putih, pemeriksaan kesehatan gratis, perbaikan sekolah, inpres jalan, perbaikan infrastruktur ketahanan pangan, serta dukungan ke sektor pendidikan.

Kepala Negara juga menitipkan instruksi yang krusial agar segera mewujudkan upaya deregulasi. Pendekatan ini dipercaya akan mengurangi ketergantungan pertumbuhan ekonomi Indonesia terhadap belanja pemerintah.

“Kemudian bapak presiden menekankan untuk berbagai langkah-langkah deregulasi, sehingga perekonomian bisa tumbuh, tidak tergantung pada APBN. Jadi dalam hal ini berbagai perbaikan dari regulasi-regulasi agar mempermudah dunia usaha, investasi, perdagangan,” tandas Sri Mulyani, seraya menyudahi keterangan pers tanpa adanya tanya jawab.

Defisit APBN Melebar, Prabowo Minta Deregulasi Segera, Apa Hubungannya?
Distribusi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2025. (Ilustrasi: Investor Daily)

Mengacu laporan BPS, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2025 sebesar 4,87% year on year (yoy). Pertumbuhan ini melambat dibandingkan kuartal I-2024 yang sebesar 5,11% maupun dibandingkan periode sebelumnya yaitu kuartal IV-2024 yang tumbuh sebesar 5,02%.

Salah satu penyebab perlambatan adalah konsumsi pemerintah yang malah turun 1,38% yoy, seiring kebijakan efisiensi belanja. Ini pula yang akhirnya memperparah kinerja konsumsi rumah tangga, sebagai kontributor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 18 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 20 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia