BPS: Beras Jadi Komoditas Penyumbang Utama dalam Garis Kemiskinan
JAKARTA, investor.id – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan beras menjadi komoditas terbesar terhadap garis kemiskinan. Dalam hal ini beras memberi sumbangan terbesar yakni sebesar 21,06% di perkotaan dan 24,91% di perdesaan.
Deputi Bidang Statistik Sosial BPS Ateng Hartono mengatakan, garis kemiskinan pada Maret 2025 adalah Rp 609.160 per kapita per bulan. Bila dibandingkan dengan posisi September 2024 terjadi peningkatan 2,34%.
Garis kemiskinan di perkotaan sebesar Rp 629.561 per kapita per bulan. Sementara itu, garis kemiskinan di perdesaan sebesar Rp 580.349 per kapita per bulan. Garis kemiskinan di perkotaan lebih tinggi 2,24% pada Maret 2025 dibandingkan September 2024.
“Peran komoditi makanan terhadap garis kemiskinan mencapai 74,58%. Lebih besar jika dibandingkan dengan peran komoditi bukan makanan yaitu peranannya 25,42%,” ucap Ateng dalam konferensi pers di kantor BPS pada Jumat (25/7/2025).
Komoditas rokok kretek filter memberikan sumbangan terbesar kedua terhadap garis kemiskinan sebesar 10,72% di perkotaan dan 9,99% di perdesaan. Komoditas lainnya adalah telur ayam ras sebesar 4,5% di perkotaan dan 3,62% di perdesaan; daging ayam ras sebesar 4,22% di perkotaan dan 2,98% di perdesaan; mie instan sebesar 2,47% di perkotaan dan 2,08% di perdesaan; kopi bubuk dan kopi instan sebesar 2,29% di perkotaan dan 2,16% di perdesaan.
Selanjutnya komoditas bukan makanan yang memberikan sumbangan terbesar, baik pada garis kemiskinan perkotaan dan perdesaan, adalah perumahan sebesar 9,11% di perkotaan dan 8,99% di perdesaan; bensin sebesar 3,06% di perkotaan dan 3,03% di perdesaan; dan listrik 2,58% di perkotaan dan 1,52% di perdesaan. Urutan selanjutnya adalah sumbangan dari pendidikan; perlengkapan mandi; perawatan kulit, muka, kuku, dan rambut; sabun cuci; serta kesehatan.
Secara keseluruhan jumlah penduduk miskin pada Maret 2025 sebesar 23,85 juta orang, menurun 0,20 juta orang terhadap September 2024 dan menurun 1,37 juta orang terhadap Maret 2024. Persentase penduduk miskin pada Maret 2025 sebesar 8,47%, menurun 0,10% terhadap September 2024 dan menurun 0,56% terhadap Maret 2024.
Persentase penduduk miskin perkotaan pada Maret 2025 sebesar 6,73%, naik dibandingkan September 2024 yang sebesar 6,66 persen. Sementara itu, persentase penduduk miskin perdesaan pada Maret 2025 sebesar 11,03%, menurun dibandingkan September 2024 yang sebesar 11,34%.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






