Industri Pengolahan Jadi Tumpuan Terbesar bagi Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2025
JAKARTA, investor.id – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,12% pada kuartal II-2025. Jika dilihat menurut lapangan usaha, maka industri pengolahan memberikan kontribusi terbesar yaitu 18,67%. Industri pengolahan tumbuh 5,68% pada kuartal II-2025.
“Industri pengolahan tumbuh 5,68% karena didorong oleh permintaan domestik dan luar negeri,” ucap Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh. Edy Mahmud dalam konferensi pers di Kantor BPS pada Selasa (5/8/2025).
Kinerja industri pengolahan disokong oleh industri makanan dan minuman yang tumbuh 6,15%. Pertumbuhan industri makanan dan minuman didorong oleh peningkatan permintaan domestik dan luar negeri, seperti produk minyak mentah kelapa sawit (CPO), minyak goreng, dan makanan olahan lainnya.
Pada saat yang sama industri logam dasar tumbuh 14,91% didorong oleh peningkatan permintaan luar negeri, seperti produk besi dan baja. Sedangkan industri kimia, farmasi, dan obat tradisional tumbuh 9,39%.
“Pertumbuhan industri kimia, farmasi, dan obat tradisional sejalan dengan peningkatan permintaan domestik untuk produk farmasi dan obat tradisional, serta permintaan luar negeri untuk bahan dan barang kimia,” terang Edy.
Selanjutnya lapangan usaha perdagangan memberikan kontribusi sebesar 13,02% dan tumbuh 5,37% pada kuartal II-2025. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan aktivitas perdagangan barang-barang domestik dan impor untuk memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga.
“Peningkatan aktivitas produksi di sektor lainnya turut mendorong sektor perdagangan,” imbuh Edy.
Kemudian, sektor informasi dan komunikasi memberikan kontribusi 4,38% dan tumbuh 7,92% pada kuartal II-2025. Kondisi tersebut sejalan dengan adanya peningkatan aktivitas telekomunikasi.
“Terjadi peningkatan traffic data dan transaksi elektronik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan bisnis,” kata Edy.
Sedangkan sektor konstruksi memberikan kontribusi 9,48% dan tumbuh 4,98% pada kuartal II-2025. Lapangan usaha di bidang konstruksi tumbuh seiring dengan peningkatan aktivitas konstruksi. Pertumbuhan ini sejalan dengan peningkatan aktivitas konstruksi yang dibiayai oleh swasta dan rumah tangga yang terlihat dari peningkatan indeks nilai konstruksi.
“Lalu peningkatan impor bahan baku konstruksi sebesar 4,98 % dan realisasi pengadaan semen,” pungka Edy.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






