Jumat, 15 Mei 2026

Kebijakan Buka Blokir Anggaran Belum Berdampak Signifikan ke Perekonomian

Penulis : Arnoldus Kristianus
5 Aug 2025 | 15:38 WIB
BAGIKAN
Foto ilustrasi. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (ANTARA FOTO/Fauzan)
Foto ilustrasi. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (ANTARA FOTO/Fauzan)

JAKARTA, investor.id – Langkah pemerintah untuk membuka blokir anggaran belanja tidak serta merta memberikan dampak positif pada pertumbuhan ekonomi. Lantaran pada kuartal II-2025 komponen konsumsi pemerintah masih di jalur kontraksi.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa dari seluruh komponen pengeluaran, hanya komponen konsumsi pemerintah yang mengalami kontraksi pada kuartal II-2025. Komponen ini menyumbang 6,93% terhadap pertumbuhan ekonomi kuartal II-2025, dengan kontraksi tercatat sebesar 0,33% yoy.

Namun demikian, ada indikasi perbaikan jika dibandingkan dengan komponen pengeluaran kuartal I-2025. Pada saat itu, komponen konsumsi rumah tangga berkontribusi 5,88%, berikut kontraksi sebesar 1,38% yoy.

Sementara mengacu data Kementerian Keuangan, hingga pertengahan Juni 2025 dari anggaran Kementerian/Lembaga (K/L) yang diefisiensikan dan diblokir sebesar Rp 256,1 triliun, K/L sudah bisa menggunakan oleh K/L sebesar Rp 129 triliun. Meski begitu, BPS menyebut jumlah itu tidak langsung seluruhnya dapat dibelanjakan, sehingga komponen konsumsi pemerintah masih dalam jalur kontraksi.

ADVERTISEMENT

“Menggenai blokir anggaran yang sudah dibuka memang tidak serta-merta (langsung digunakan) semua bisa belanja,” ucap Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS , Moh. Edy Mahmud dalam konferensi pers di kantor BPS pada Selasa (5/8/2025).

Kebijakan Buka Blokir Anggaran Belum Berdampak Signifikan ke Perekonomian
Distribusi dan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) menurut pengeluaran kuartal II-2025 (yoy). (Sumber: BPS)

Edy memperkirakan dari blokir anggaran yang sudah dibuka, K/L terkait perlu melalui birokrasi dan ada proses lain lebih dahulu sebelum bisa merealisasikan belanja. Proses tersebut memakan waktu, sehingga kinerja belanja pemerintah tidak bisa maksimal pada kuartal II-2025.

“Mungkin ada proses, dan ini memang tidak bisa disimpulkan,” imbuh dia.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan realisasi belanja negara mencapai Rp 1.406 triliun pada semester I-2025. Jika dibandingkan dengan realisasi tahun sebelumnya belanja negara hanya tumbuh 0,6%. Adapun realisasi belanja negara terbagi dalam belanja pemerintah pusat sebesar Rp 1.003,6 triliun dan transfer ke daerah sebesar Rp 402,5 triliun.

Secara keseluruhan pertumbuhan ekonomi kuartal II-2025 mencapai 5,12% yoy dan sebesar 4,04% qtq. Perekonomian Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 5.947 triliun dan atas dasar harga konstan mencapai Rp 3.396,3 triliun pada kuartal II-2025.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 53 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 55 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia