Jumat, 15 Mei 2026

Ekonom Sebut Nota Keuangan 2026 Ujian Bagi Pemerintahan Prabowo

Penulis : Arnoldus Kristianus
15 Aug 2025 | 09:21 WIB
BAGIKAN
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato usai pelantikan sebagai presiden periode 2024-2029, di Gedung MPR-DPR, Minggu (20/10/2024)
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato usai pelantikan sebagai presiden periode 2024-2029, di Gedung MPR-DPR, Minggu (20/10/2024)

JAKARTA, investor.id – Presiden Prabowo Subianto akan menyampaikan nota keuangan Rancangan APBN (RAPBN) dalam Rapat Paripurna Gedung DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Jumat (15/8/2025). Ekonom menyebutkan nota keuangan 2026 ujian bagi pemerintahan Prabowo.

Kondisi nota keuangan 2026 dinilai akan menjadi ujian bagi kemampuan Prabowo untuk menyeimbangkan keuangan negara sebab dengan kondisi  pendapatan yang relatif rendah harus memenuhi kebutuhan belanja yang tinggi.

“Bila kebijakan fiskal disusun secara realistis dengan memperkuat  penerimaan, menjaga belanja efektif, menyiapkan jaring pengaman terhadap guncangan global maka Indonesia dapat berlayar melewati badai perdagangan dan geopolitik menuju visi Indonesia Emas 2045,” ucap Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta Achmad Nur Hidayat, Jumat (15/8/2025).

ADVERTISEMENT

Pendapatan negara pada RAPBN 2026 diperkirakan berada pada kisaran Rp 3.094-3.114 triliun. Sedangkan belanja negara pada kisaran Rp 3.800-3.820 triliun, dan defisit RAPBN 2026 dalam rentang 2,53% Produk Domestik Bruto (PDB) setara Rp 706 triliun.

Mengacu pada beberapa pengalaman di tahun sebelumnya, biasanya pemerintah mengajukan pada batas atas ketimbang batas bawah.

Dia menjelaskan RAPBN 2026 menjadi sinyal awal kebijakan fiskal difokuskan terhadap kedaulatan pangan, energi, penguatan sektor pertahanan, dan peningkatan kualitas manusia. Dalam hal ini, program makan bergizi gratis (MBG) tidak hanya dilakukan sebagai bantuan sosial, tetapi investasi jangka panjang terhadap gizi dan produktivitas generasi masa depan.

“Namun, program ini perlu didukung perbaikan sanitasi, infrastruktur sekolah dan pendidikan gizi. Keterlibatan pemerintah daerah, petani dan peternak lokal bisa menekan biaya dan meningkatkan kesejahteraan desa,” jelas dia.

Dalam bidang pangan dan energi, investasi pada irigasi, pergudangan, bibit unggul, serta energi terbarukan harus dipercepat. Hilirisasi mineral seperti nikel untuk baterai listrik dapat memperkuat cadangan devisa dan mengurangi ketergantungan impor.

Modernisasi pertahanan diperlukan untuk menjaga kedaulatan maritim dan udara, tetapi belanjanya harus direncanakan matang dengan transfer teknologi dan partisipasi industri dalam negeri.

Penerimaan perpajakan, sebagai sumber utama Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, sedikit lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Tetapi angkanya tetap tertinggal dibanding penerimaan negara bukan pajak dan hibah jumlahnya kecil.

Oleh karena itu, pemerintah tetap fokus pada reformasi perpajakan. Pemerintah harus meluncurkan sistem pajak inti berbasis digital, menggunakan nomor induk kependudukan sebagai pengganti Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan meningkatkan pertukaran data dengan perbankan dan platform digital.

“Pajak karbon dan cukai plastik menawarkan sumber penerimaan baru sekaligus mendorong ekonomi hijau,” imbuh Achmad.

Dia menekankan pentingnya kolaborasi kebijakan fiskal antara pemerintah pusat‑daerah dan swasta penting. Dana transfer ke daerah dan dana desa perlu disinergikan dengan program nasional, seperti memanfaatkan dapur umum desa untuk program MBG.

“Skema Public‑Private Partnership dapat menghemat anggaran dan memacu investasi infrastruktur,” tukasnya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia