Puan Ungkap Banyak K/L Curhat Temui Kesulitan Setelah Adanya Efisiensi Belanja Negara
JAKARTA, investor.id – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Puan Maharani mengatakan banyak kementerian dan lembaga (K/L) yang mengeluhkan kesulitan dalam menjalankan efisiensi anggaran belanja negara. Meskipun demikian, efisiensi ini tetap harus dilakukan agar anggaran dapat benar-benar fokus pada program prioritas.
Puan mengibaratkan kondisi ini sebagai "cinta segitiga" antara program prioritas, tambahan anggaran, dan kebijakan. Ia berharap semua pihak bisa saling memahami dan mengutamakan kepentingan rakyat.
“Kementerian/Lembaga curhat-nya ke komisi-komisi yang menjadi mitra kerjanya: curhat masalah 'cinta segitiga' antara program prioritas, tambahan anggaran dan kebijakan. Namun cinta segitiga itu tidak harus berakhir dengan patah hati, karena semua pihak dapat saling memahami kepentingannya dan menempatkan kepentingan rakyat di atas segalanya,” ujar Puan dalam Pembukaan Masa Sidang I Tahun 2025-2026 di Gedung DPR, Jumat (15/8/2025).
Efisiensi anggaran ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Tentang Efisiensi Belanja dan Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2025. Melalui Inpres ini, Presiden Prabowo menargetkan efisiensi belanja senilai Rp 306,69 triliun.
Efieisni belanja terbagi untuk K/L sebesar Rp 256,1 triliun dan transfer ke daerah sebesar Rp 50,5 triliun. Namun, hingga 25 April 2025, pemerintah sudah membuka blokir anggaran sebesar Rp 86,6 triliun.
Puan menekankan bahwa keterbatasan ruang fiskal membuat pemerintah harus menetapkan prioritas belanja yang efektif dan efisien. Ia juga menyebut upaya efisiensi ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Keuangan Negara yang mengharuskan APBN dikelola secara efektif, efisien, tertib, transparan, memenuhi rasa keadilan dan rasa kepatutan.
“Kebutuhan belanja negara untuk pembangunan akan selalu lebih besar dibandingkan dengan kemampuan pendapatan negara. Oleh karena itu dalam keterbatasan ruang fiskal dan ruang defisit yang ketat, maka pemerintah harus dapat menetapkan prioritas belanja, serta menjalankan kebijakan belanja yang efektif dan efisien,” tegas Puan.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






