Jumat, 15 Mei 2026

Ekonom: Target Pertumbuhan Ekonomi 5,4% pada 2026 Cukup Realistis

Penulis : Bambang Ismoyo
18 Aug 2025 | 16:34 WIB
BAGIKAN
Foto ilustrasi. Sejumlah alat berat menyelesaikan pembangunan gedung bertingkat di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)
Foto ilustrasi. Sejumlah alat berat menyelesaikan pembangunan gedung bertingkat di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

JAKARTA, investor.id – Ekonom Senior dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Ryan Kiryanto menilai target pertumbuhan ekonomi pemerintah sebesar 5,4% pada tahun 2026 sangat realistis dan dapat dicapai. Target ini tercantum dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026.

Ryan menjelaskan bahwa jika pertumbuhan ekonomi tahun ini dapat mencapai 5% hingga 5,1%, maka untuk mencapai target 5,4% di tahun depan hanya dibutuhkan tambahan 0,3% hingga 0,4% saja. Ini bukan suatu yang mustahil.

“Untuk mencapai pertumbuhan 5,4% di tahun depan, kita hanya butuh tambahan secara percentage point itu 0,4 atau 0,3% lah. Sebetulnya itu dapat dijangkau,” ungkap Ryan dalam bincang Investor Daily Special, Senin (18/8/2025).

Menurut dia, pencapaian target tersebut akan sangat bergantung pada pengelolaan APBN yang optimal. APBN dianggap sebagai instrumen penting untuk menjaga kinerja dan stabilitas perekonomian nasional hingga kesejahteraan masyarakat.

ADVERTISEMENT

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah mengungkapkan arsitektur RAPBN 2026 yang dirancang secara hati-hati (prudent) dan inovatif. Arsitektur tersebut mencakup belanja negara Rp 3.786,5 triliun, pendapatan negara Rp 3.147,7 triliun, dan defisit Rp 638,8 triliun atau setara 2,48% dari PDB.

Ekonom: Target Pertumbuhan Ekonomi 5,4% pada 2026 Cukup Realistis
PDB Indonesia 5 tahun terakhir. (Ilustrasi: Investor Daily)

Dengan pengelolaan fiskal yang sehat, Presiden Prabowo menargetkan pertumbuhan ekonomi 2026 sebesar 5,4% atau lebih. Selain itu, pemerintah juga menargetkan inflasi terkendali di level 2,5% dan penurunan angka pengangguran terbuka ke kisaran 4,44% hingga 4,96%.

“Kalau desain implementasinya dikerjakan full commitment, saya yakin 5,4% bukan sesuatu yang omon-omon,” pungkasnya.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 14 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 18 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia