Ekonom: Demonstrasi di Jakarta Jadi Persepsi Negatif untuk Investor
JAKARTA, investor.id – Kalangan ekonom menilai demonstrasi yang terjadi di Jakarta dapat menimbulkan dampak negatif terhadap laju perekonomian domestik. Ketidakstabilan politik ini berisiko memengaruhi persepsi investor dan menekan nilai tukar rupiah.
“Gangguan domestik yang memicu ketidakpastian politik memperburuk persepsi investor bahwa Indonesia belum mampu menjaga stabilitas, membuat arus investasi asing berisiko melemah,” ucap Ekonom Universitas Andalas, Syafruddin Karimi pada Jumat (29/8/2025).
Demonstrasi yang terjadi dalam beberapa dua hari terakhir turut mempengaruhi geliat konsumsi domestik. Padahal selama ini konsumsi menjadi penyokong terbesar pertumbuhan ekonomi nasional. Dari sisi nilai tukar, stabilitas rupiah dikhawatirkan akan terganggu.
“Pelemahan rupiah akan meningkatkan beban impor, inflasi, dan mereduksi daya beli, sehingga faktor internal ini berpotensi menutup peluang Indonesia menikmati sinyal positif ekonomi global,” kata Syafruddin.
Syafruddin menyarankan agar pemerintah segera menangani akar masalah penyebab terjadinya demonstrasi melalui penegakan hukum yang transparan, komunikasi publik yang konsisten, serta solusi konkret atas persoalan ketenagakerjaan.
“Dengan harapan citra Indonesia sebagai negara dengan fundamental kuat tetap terjaga, kepercayaan pasar global dipertahankan, dan fondasi pertumbuhan ekonomi nasional terlindungi,” tutur Syafruddin.
Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan terjadinya demonstrasi mempengaruhi kondisi pasar keuangan, nilai tukar rupiah, hingga indeks harga saham gabungan (IHSG). Tekanan sosial dan politik membuat pelaku pasar menahan aktivitas mereka di pasar keuangan.
“Carut-marut ini membuat pasar sedikit apatis terhadap perpolitikan di Indonesia. Ini yang membuat rupiah kembali mengalami pelemahan cukup tajam, dimana rupiah mengalami pelemahan hampir 85 poin sehingga menjadi Rp 16.433 per dolar AS,” tutur Ibrahim.
Sebagai informasi, demonstrasi besar-besaran terjadi sejak Kamis (28/8/2025). Di tengah demonstrasi sebuah mobil baracuda menabrak dan melindas seorang pengemudi ojek online bernama Affan Kurniawan. Kejadian tersebut menyebabkan Affan meninggal meskipun sempat dilarikan ke rumah sakit. Imbasnya masyarakat marah dan demonstrasi terjadi tanpa henti hingga hari ini.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






