Jumat, 15 Mei 2026

Ekonom: Demonstrasi di Jakarta Jadi Persepsi Negatif untuk Investor

Penulis : Arnoldus Kristianus
29 Aug 2025 | 14:30 WIB
BAGIKAN
Pasukan Brimob Polda Metro Jaya menggiring massa ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang berunjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Senayan, Jakarta, Kamis (28/8/2025) siang. (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)
Pasukan Brimob Polda Metro Jaya menggiring massa ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang berunjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Senayan, Jakarta, Kamis (28/8/2025) siang. (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)

JAKARTA, investor.id – Kalangan ekonom menilai demonstrasi yang terjadi di Jakarta dapat menimbulkan dampak negatif terhadap laju perekonomian domestik. Ketidakstabilan politik ini berisiko memengaruhi persepsi investor dan menekan nilai tukar rupiah.

“Gangguan domestik yang memicu ketidakpastian politik memperburuk persepsi investor bahwa Indonesia belum mampu menjaga stabilitas, membuat arus investasi asing berisiko melemah,” ucap Ekonom Universitas Andalas, Syafruddin Karimi pada Jumat (29/8/2025).

Demonstrasi yang terjadi dalam beberapa dua hari terakhir turut mempengaruhi geliat konsumsi domestik. Padahal selama ini konsumsi menjadi penyokong terbesar pertumbuhan ekonomi nasional. Dari sisi nilai tukar, stabilitas rupiah dikhawatirkan akan terganggu.

“Pelemahan rupiah akan meningkatkan beban impor, inflasi, dan mereduksi daya beli, sehingga faktor internal ini berpotensi menutup peluang Indonesia menikmati sinyal positif ekonomi global,” kata Syafruddin.

ADVERTISEMENT

Syafruddin menyarankan agar pemerintah segera menangani akar masalah penyebab terjadinya demonstrasi melalui penegakan hukum yang transparan, komunikasi publik yang konsisten, serta solusi konkret atas persoalan ketenagakerjaan.

“Dengan harapan citra Indonesia sebagai negara dengan fundamental kuat tetap terjaga, kepercayaan pasar global dipertahankan, dan fondasi pertumbuhan ekonomi nasional terlindungi,” tutur Syafruddin.

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan terjadinya demonstrasi mempengaruhi kondisi pasar keuangan, nilai tukar rupiah, hingga indeks harga saham gabungan (IHSG). Tekanan sosial dan politik membuat pelaku pasar menahan aktivitas mereka di pasar keuangan.

“Carut-marut ini membuat pasar sedikit apatis terhadap perpolitikan di Indonesia. Ini yang membuat rupiah kembali mengalami pelemahan cukup tajam, dimana rupiah mengalami pelemahan hampir 85 poin sehingga menjadi Rp 16.433 per dolar AS,” tutur Ibrahim.

Sebagai informasi, demonstrasi besar-besaran terjadi sejak Kamis (28/8/2025). Di tengah demonstrasi sebuah mobil baracuda menabrak dan melindas seorang pengemudi ojek online bernama Affan Kurniawan. Kejadian tersebut menyebabkan Affan meninggal meskipun sempat dilarikan ke rumah sakit. Imbasnya masyarakat marah dan demonstrasi terjadi tanpa henti hingga hari ini.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia