Jumat, 15 Mei 2026

Impor Turun 5,86% pada Juli 2025

Penulis : Arnoldus Kristianus
1 Sep 2025 | 15:01 WIB
BAGIKAN
Sejumlah pekerja bersiap mengeluarkan logistik dari kontainer saat bongkar muat di Pelabuhan Ahmad Yani Ternate, Maluku Utara, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Andri Saputra)
Sejumlah pekerja bersiap mengeluarkan logistik dari kontainer saat bongkar muat di Pelabuhan Ahmad Yani Ternate, Maluku Utara, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Andri Saputra)

JAKARTA, investor.id – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa nilai impor Indonesia pada Juli 2025 mencapai US$ 20,57 miliar, terkontraksi 5,86% year on year (yoy).

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini menjelaskan bahwa penurunan ini didorong oleh kontraksi impor di dua sektor utama. Impor migas turun signifikan sebesar 29,36% yoy menjadi US$ 2,51 miliar, sementara impor nonmigas juga mengalami penurunan sebesar 1,29% yoy menjadi US$ 18,06 miliar.

“Penurunan nilai impor secara tahunan ini didorong oleh penurunan impor migas dengan andil penurunan sebesar 4,78%,” tutur Pudji dalam konferensi pers secara virtual pada Senin (1/9/2025).

Menurut penggunaan barangnya, penurunan nilai impor pada Juli 2025 sebagian besar disebabkan oleh impor bahan baku/penolong, yang terkontraksi 11,94% yoy menjadi US$ 14,17 miliar dan menjadi pendorong utama penurunan impor secara keseluruhan. Impor barang konsumsi juga turun sebesar 2,47% yoy menjadi US$ 2,03 miliar.

ADVERTISEMENT
Impor Turun 5,86% pada Juli 2025
Perkembangan impor menurut penggunaan Juli 2025. (Sumber: BPS)

Namun, di tengah penurunan ini, impor barang modal justru menunjukkan pertumbuhan kuat sebesar 18,84% yoy menjadi US$ 4,38 miliar pada bulan Juli.

“Nilai impor bahan baku penolong sebagai pendorong utama penurunan impor turun sebesar 11,94% dengan andil penurunan sebesar 8,8%,” tutur dia.

Sementara itu, secara kumulatif dari Januari-Juli 2025 total nilai impor mencapai US$ 136,51 miliar atau naik 3,41% yoy. Nilai impor migas tercatat senilai US$ 18,38 miliar atau turun 14,79% yoy. Sedangkan nilai impor nonmigas tercatat senilai US$ 118,13 miliar atau naik 6,97% yoy.

“Bila dilihat menurut penggunaan secara kumulatif peningkatan nilai impor terjadi pada bahan baku penolong dan barang modal,” kata Pudji.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia