Jumat, 15 Mei 2026

Prabowo Siapkan Anggaran Rp 83 Triliun untuk Koperasi Merah Putih hingga 2026

Penulis : Arnoldus Kristianus
2 Sep 2025 | 15:37 WIB
BAGIKAN
Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Ruang Sidang Kabinet, Istana Kepresidenan Jakarta. (BPMI Setpres/Kris)
Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Ruang Sidang Kabinet, Istana Kepresidenan Jakarta. (BPMI Setpres/Kris)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah telah menyiapkan total anggaran Rp 83 triliun untuk mendukung program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih hingga tahun 2026. Sebagai tahap awal, pemerintah mengalokasikan Rp 16 triliun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025.

Dana Rp 16 triliun dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) akan ditempatkan di bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), yaitu Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), dan Bank Tabungan Negara (BTN).

Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 63 Tahun 2025 Tentang Penggunaan Saldo Anggaran Lebih Pada Tahun Anggaran 2025 Untuk Pemberian Dukungan Kepada Bank Yang Menyalurkan Pinjaman Kepada Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (PMK 63/2025).

“Pembiayaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dilakukan melalui sinergi pendanaan antara pemerintah dan perbankan selaku operator investasi pemerintah,” dikutip dari beleid yang diterima pada Selasa (2/9/2025).

ADVERTISEMENT

Adapun penggunaan SAL dianggarkan sebagai pembiayaan pada subbagian anggaran bendahara umum negara (BUN) investasi pemerintah. Penetapan rincian pembiayaan pada subbagian anggaran BUN Investasi Pemerintah dari penggunaan SAL ditetapkan dengan keputusan menteri keuangan.

PMK 63/2025 ini telah diundangkan pada Senin, 1 September 2025 dan mulai berlaku sejak diundangkan. Sehingga penempatan dana SAL sebesar Rp 16 triliun di Himbara dapat segera dilakukan untuk selanjutnya mendukung pembiayaan kepada Koperasi Merah Putih pada tahun ini..

Dengan demikian, pemerintah telah menerbitkan tiga aturan turunan untuk mendukung percepatan program ini, yaitu PMK 49/2025 yang mengatur tata cara penyaluran pinjaman dari perbankan, Permendesa PDT 10/2025 yang mengatur prioritas penggunaan dana desa untuk menjamin pinjaman koperasi, dan kini hadir PMK 63/2025 menjadi payung hukum bagi sumber dana pembiayaan yaitu dari Saldo Anggaran Lebih (SAL).

Ketiga payung hukum tersebut jadi bagian dari Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, yang terbit lebih dulu.

Selanjutnya pada 2026, pemerintah berencana menempatkan dana sebesar Rp 67 triliun di Himbara untuk melanjutkan dukungan pembiayaan kepada Koperasi Merah Putih. Namun demikian, pemerintah juga menyadari ada sejumlah risiko atas implementasi alokasi anggaran untuk pembiayaan program Koperasi Merah Putih ini.

Empat Risiko

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 3 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia