Kamis, 14 Mei 2026

KADIN: Menkeu Baru Diharapkan Bisa Jaga Stabilitas Ekonomi

Penulis : Natasha Khairunisa Amani
9 Sep 2025 | 11:00 WIB
BAGIKAN
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Anindya Bakrie menghadiri sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Senin (8/9/2025). (Foto dok. Muhammad Farhan)
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Anindya Bakrie menghadiri sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Senin (8/9/2025). (Foto dok. Muhammad Farhan)

JAKARTA, investor.id - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie menyampaikan harapan komunitas pengusaha Indonesia terhadap Menteri Keuangan baru, Purbaya Yudhi Sadewa.

Anindya mengungkapkan, ia berharap Menteri Keuangan terbaru dapat menjalankan tugas menjaga stabilitas ekonomi. Hal itu disampaikan usai menghadiri sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan bertemakan "Gotong Royong Memperluas Akses Kredit Perumahan Untuk Rakyat" pada Senin (8/9).

Anindya mengaku baru mengetahui informasi reshuffle selepas acara tersebut. 

ADVERTISEMENT

"Dengan kestabilan ekonomi itu, pertumbuhan bisa tercapai. Kita kasih kesempatan dulu beliau tentunya untuk masuk kantor, menganalisa," ujar Anindya kepada wartawan di Wisma Danantara Indonesia, dikutip Selasa (9/9/2025). 

Menurut Anindya, dunia usaha berharap Menteri Keuangan dan pemerintah dapat terus mendorong pertumbuhan ekonomi lebih baik lagi. "Kami juga mendukung program pemerintah supaya pertumbuhan ekonomi bisa bangkit kembali," katanya. 

Anindya menjelaskan, pertumbuhan ekonomi nasional sudah membaik yakni di angka 5,12% di kuartal II. Meski meminta untuk kembali dimajukan, Anindya menyoroti pula peningkatan pembelanjaan negara. 

"Sedangkan program-program untuk belanja pemerintah itu sedang ditingkatkan di paruh kedua ini. Jadi mudah-mudahan Kementerian Keuangan bisa menyeimbangkan itu semua," jelas Anindya. 

Tak hanya itu, Anindya juga menekankan tingkat konsumsi domestik juga perlu ditingkatkan. Saat ini dia mengatakan, dunia usaha memandang di tingkatan daerah, konsumsi domestik sudah mulai bergerak. 

"Mungkin ini dikarenakan efisiensi sudah mulai dikurangi sehingga pergerakan lapangan semakin banyak. Dan ini lah yang Kadin fokuskan bagaimana Kadin Provinsi dan Kabupaten/Kota bisa ikut mendukung program pemerintah," ucapnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) terbaru, Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa ia idak akan mengubah sistem keuangan yang sudah ada. Purbaya menyebut, ia memilih untuk mengoptimalkan sistem keuangan.

Menurutnya, ketika seseorang menjadi pemimpin kerap kali sistem yang sudah ada diubah. Namun, ia tidak memilih pendekatan tersebut.

"Kita akan optimalkan sistem yang ada. Biasanya kalau kejelekan pemimpin baru gini, kalau pemimpin baru yang lama diobrek-obrek, buat baru lagi. Soalnya mau bikin tonggak baru, begitu kan. Saya enggak akan seperti itu approach-nya," ujar Menkeu Purbaya dalam konferensi pers di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (8/9) sore.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 15 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 32 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 1 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia